Pemerintah sebelumnya juga mengarahkan tambahan anggaran Kemendikdasmen untuk peningkatan kesejahteraan guru, kompetensi, karier, dan kualitas satuan pendidikan.
Purbaya Menjaga Fiskal, Tetapi Ruang Guru Tetap Terbuka
Sikap Purbaya memperlihatkan pemerintah masih menempatkan disiplin fiskal sebagai pertimbangan penting dalam penyusunan anggaran 2027.
Baca Juga: 1.500 Drone di Langit Jakarta Bawa Pesan PRAY FOR NTT Saat Malam Merdeka HUT ke-81 Indonesia
Sebelumnya, Purbaya menegaskan efisiensi diperlukan agar belanja negara semakin produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga pernah mengatakan, “Kurang pantas bagi mereka dapat gaji serendah itu,” ketika membahas kesejahteraan guru.
Pernyataan tersebut menunjukkan persoalan kesejahteraan guru bukan isu baru, meski keputusan mengenai kenaikan gaji tetap bergantung pada kapasitas fiskal.
Tambahan Anggaran Pendidikan Membuka Perdebatan Prioritas Baru
Komisi X DPR RI pada pembahasan 2027 menyetujui tambahan anggaran Kemendikdasmen sebesar Rp40,75 triliun dan tambahan DAK Pendidikan Rp38,52 triliun.
Tambahan tersebut mencakup kebutuhan peningkatan kesejahteraan guru, pengembangan karier, peningkatan kompetensi, serta pemenuhan kualifikasi akademik.
Konteks itu memperlihatkan bahwa kesejahteraan guru tetap menjadi agenda dalam pembahasan anggaran pendidikan, meski bentuk dukungannya tidak otomatis berupa kenaikan gaji pokok.
Ujian Sesungguhnya Adalah Dampak Anggaran Bagi Guru
Dengan anggaran pendidikan mencapai Rp820,9 triliun, ukuran keberhasilan tidak cukup hanya berdasarkan besarnya dana yang dialokasikan pemerintah.
Pemerintah perlu memastikan setiap rupiah menghasilkan perbaikan nyata pada kualitas pembelajaran, fasilitas sekolah, akses pendidikan, dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Pada akhirnya, anggaran pendidikan yang besar harus mampu menjawab kebutuhan siswa sekaligus memberikan kepastian lebih baik bagi guru sebagai ujung tombak pendidikan.****