Laba BUMN juga dilaporkan meningkat dari Rp186 triliun pada 2024 menjadi Rp326 triliun pada 2025, berdasarkan paparan Presiden.
Penertiban sekitar 1.000 tambang timah ilegal turut dikaitkan dengan peningkatan laba PT TIMAH hingga sembilan kali lipat.
Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan fokus pemerintah bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga membenahi tata kelola sumber daya dan aset negara.
Sekolah Rakyat dan Layanan Kesehatan Menjadi Ukuran Kehadiran Negara
Di luar indikator fiskal dan korporasi negara, pemerintah menyoroti 182 Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk mengembalikan kesempatan pendidikan bagi anak dari keluarga paling tidak mampu.
Pemerintah juga mencatat 71.744 sekolah telah dan akan diperbaiki sepanjang 2026 sebagai bagian dari pemerataan kualitas pendidikan.
Pada sektor kesehatan, sebanyak 108 juta warga disebut telah memperoleh Cek Kesehatan Gratis sejak program tersebut dimulai pada awal 2025.
Agenda 2027 bahkan mencakup renovasi 10.000 Puskesmas, pembangunan atau perbaikan 514 Labkesmas, serta pembangunan dan revitalisasi 441 RSUD.
Fasilitas tersebut diarahkan agar layanan kanker, jantung, stroke, ginjal, kesehatan ibu, dan anak tersedia di setiap kabupaten dan kota.
Presiden juga menetapkan target seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan dapat selesai direnovasi paling lambat 2029.
APBN 2027 Membuka Agenda Besar dari Energi Hingga Infrastruktur
Dalam pidato sore mengenai APBN dan rencana kerja pemerintah 2027, pemerintah membuka sejumlah agenda transformasi dengan kebutuhan pembiayaan dan pelaksanaan yang besar.
Agenda tersebut mencakup pembangunan PLTS 100 GW, Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, serta Pusat Finansial Internasional Indonesia.
Baca Juga: Juda Agung Soroti Kebutuhan Investasi 2027, Swasta Diproyeksikan Topang Rp7.973 Triliun Pembiayaan