INFO EKSPRES:
- Fokus pemerintah tetap pada ketahanan pangan, energi, industrialisasi, dan hilirisasi nasional.
- Istana memastikan seluruh program dijalankan sesuai janji kampanye Presiden Prabowo kepada masyarakat.
- Hasil survei dipandang sebagai masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik
SULBAREKSPRES.COM - Mengapa tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto menurun di tengah berjalannya program prioritas nasional?
Akankah hasil survei terbaru mengubah arah kebijakan pemerintah, atau justru menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan program yang telah dijanjikan kepada rakyat?
Survei Kepuasan Publik Turun Pemerintah Tegaskan Tetap Utamakan Kepentingan Masyarakat
Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebesar 51,1 persen memicu beragam respons dari pemerintah.
Istana menegaskan hasil survei menjadi perhatian sebagai bahan evaluasi, namun tidak mengubah orientasi utama pemerintah yang tetap berfokus pada kepentingan masyarakat.
Pemerintah menilai seluruh program yang sedang berjalan merupakan implementasi dari janji politik Presiden Prabowo saat Pemilu 2024 dan diarahkan untuk mencapai target pembangunan jangka panjang.
Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah tidak pernah bekerja untuk memperoleh angka survei yang tinggi.
"Sedari awal, selalu kita sampaikan bahwa kita bekerja bukan dalam rangka mencari (hasil) survei," kata Prasetyo Hadi, Kamis, (30/Juli/2026).
Istana Sebut Program Presiden Tetap Berjalan Sesuai Janji Kampanye Nasional
Prasetyo menegaskan arah pemerintahan tetap berpegang pada program prioritas yang telah disampaikan Presiden Prabowo kepada masyarakat.
Program tersebut meliputi penguatan ketahanan pangan, kemandirian energi, percepatan industrialisasi, serta hilirisasi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Melambat? Pemerintah Sebut Faktor Musiman Menjadi Penyebab Utama
Menurutnya, keberhasilan program pemerintah akan dinilai masyarakat melalui manfaat nyata, bukan semata-mata berdasarkan hasil survei.