nasional

Londo Ireng dalam Kajian Sejarah, Memahami Asal Usul Istilah yang Berubah Makna Seiring Perjalanan Bangsa Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 11:36 WIB
Asal usul Londo Ireng menjelaskan mengapa istilah ini memiliki makna historis yang berbeda dengan penggunaan modern. (Dok. Kreasi Dola AI)

Kajian African Studies Centre Leiden menyebut identitas mereka lebih ditentukan oleh posisi politik sebagai aparat kolonial dibandingkan asal-usul etnisnya.

Belanda Merekrut Ribuan Tentara Afrika Setelah Krisis Personel Militer Kolonial

Lahirnya "londo ireng" tidak dapat dilepaskan dari situasi politik setelah Perang Jawa (1825–1830).

Baca Juga: Sudaryono Janji Digitalisasi Pengawasan, DPR Ingatkan Pentingnya Bersihkan Dugaan Konflik Kepentingan

Konflik besar yang dipimpin Pangeran Diponegoro itu menyebabkan Belanda kehilangan banyak prajurit sekaligus mengalami kesulitan memperoleh personel baru dari Eropa.

Sebagai solusi, pemerintah kolonial mengirim Mayor Jenderal Jan Verveer ke Dutch Gold Coast, wilayah yang kini menjadi Ghana.

Melalui kerja sama dengan Kerajaan Ashanti, Belanda merekrut sekitar 3.000 hingga 3.100 orang Afrika Barat selama periode 1831–1872.

Baca Juga: Bea Cukai Masuk Babak Baru, Menkeu Purbaya Paparkan Strategi Reformasi dan Pengawasan Digital Berbasis AI

Sebagian besar kemudian dikirim ke Hindia Belanda untuk memperkuat KNIL dalam berbagai operasi militer.

Zwarte Hollanders Berperan dalam Berbagai Operasi Militer Hindia Belanda

Dalam arsip kolonial Belanda, para tentara Afrika tersebut dikenal sebagai Zwarte Hollanders atau Black Dutchmen.

Mereka diterjunkan ke berbagai wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Timor, hingga Perang Aceh yang berlangsung lebih dari tiga dekade.

Baca Juga: Mengapa Wapres Gibran Tak Duduk Berdampingan dengan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

Pemerintah kolonial menganggap mereka memiliki ketahanan fisik terhadap iklim tropis dan tidak memiliki hubungan sosial dengan masyarakat Nusantara.

Pertimbangan tersebut membuat mereka sering ditempatkan dalam berbagai ekspedisi militer untuk memperluas sekaligus mempertahankan kekuasaan Belanda.

Bagi masyarakat setempat, mereka tetap dipandang sebagai bagian dari mesin kolonial sehingga lahirlah sebutan "londo ireng".

Baca Juga: Penjualan Solar Subsidi ke Sektor Pertambangan Jadi Sorotan, DPR Dorong Langkah Cepat BPH Migas dan Pertamina

Halaman:

Tags

Terkini