Georgetown tidak datang karena Indonesia sudah selesai membangun, tetapi karena Indonesia sedang menyelesaikan begitu banyak persoalan besar.
Salah satunya, dan mungkin persoalan yang paling besar, adalah penyediaan lapangan kerja bagi anak muda.
Menurut Bank Dunia, sekitar 1,2 miliar anak muda di negara berkembang akan memasuki pasar kerja dalam sepuluh tahun ke depan, sementara dunia diperkirakan hanya mampu menciptakan 400 juta pekerjaan.
Kekurangan sekitar 800 juta lapangan kerja ini berpotensi memicu migrasi, konflik sosial, dan instabilitas politik.
Indonesia berada tepat di tengah tantangan tersebut. Kita sedang menikmati bonus demografi, tetapi bonus itu bisa berubah menjadi bencana demografi apabila ekonomi tidak tumbuh cukup cepat untuk menciptakan jutaan pekerjaan baru.
Karena itu, investasi dan industrialisasi menjadi sangat penting. Kehadiran Danantara harus dipahami sebagai upaya mempercepat investasi pada sektor-sektor produktif agar lahir lebih banyak lapangan kerja bagi generasi muda.
Namun investasi saja tidak cukup. Anak muda membutuhkan pintu pertama menuju dunia kerja.
Hari ini, Kamis 16 Juli 2026, tepat pukul 13.00 WIB, Program Magang Nasional 2026 melalui MagangHub mulai membuka proses pemilihan lowongan bagi peserta yang memenuhi syarat.
Tahun ini, program ini akan membuka kesempatan bagi sekitar 150.000 peserta.
Saya percaya pada pentingnya program magang karena saya pernah mengalaminya.
Ketika kuliah di Melbourne, saya magang di ABC Radio Australia dan di Parliament of Victoria.