INFO EKSPRES
- Pesan “PRAY FOR NTT” membuka pertunjukan 1.500 drone di tengah perayaan Malam Merdeka Jakarta.
- Ribuan warga mengangkat ponsel untuk merekam formasi drone yang bergerak membentuk visual di langit Bundaran HI.
- Pertunjukan menggambarkan perjalanan bangsa hingga usia 81 tahun melalui simbol sejarah dan nasionalisme.
SULBAREKSPRES.COM - Mengapa ribuan drone yang seharusnya menjadi simbol kemeriahan kemerdekaan justru mengawali pertunjukan dengan doa bagi korban bencana?
Bagaimana langit Bundaran HI mengubah perayaan HUT ke-81 RI menjadi pesan persatuan, sejarah, sekaligus solidaritas bagi NTT?
Langit Jakarta Berubah Menjadi Panggung Doa untuk Korban NTT
Ribuan warga berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada Senin, (17/8/2026) malam untuk menyaksikan Malam Merdeka.
Sebanyak 1.500 drone diterbangkan secara terkoordinasi dan membentuk berbagai visual bercahaya di langit kawasan tersebut.
Pertunjukan tidak langsung dimulai dengan simbol kemerdekaan, melainkan pesan “PRAY FOR NTT” disertai visual dua tangan sedang berdoa.
Momen tersebut menghadirkan nuansa berbeda karena kemeriahan HUT ke-81 RI berjalan bersamaan dengan duka akibat bencana di sejumlah daerah.
Solidaritas NTT Hadir Setelah Gempa Besar Mengguncang Flores
Gempa M7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, (15/8/2026), pukul 04.58 WIB.
BMKG mencatat pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay dengan kedalaman 15 kilometer dan berpotensi memicu tsunami.
Peringatan dini tsunami kemudian diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB setelah pemantauan terhadap kondisi laut dilakukan.
Pada Selasa, (18/8/2026), BMKG mencatat 2.119 gempa susulan, termasuk 24 kejadian bermagnitudo di atas M5.