"Proyek cetak sawah ini merupakan tanggung jawab besar dari negara. Saya tidak memikirkan untung rugi," ujar Haji Isam.
Ia melanjutkan bahwa keberhasilan proyek dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat Papua menjadi bagian dari pertimbangannya.
Pernyataan tersebut menjadi konteks keterlibatan pengusaha asal Kalimantan Selatan itu dalam pengerahan berbagai sumber daya untuk proyek pangan Merauke.
Sementara itu, pemerintah melalui Kemhan menjelaskan bahwa J7 Explorer digunakan untuk mendukung mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan.
Logo Kemhan Menjadi Penanda Fungsi Operasional Kapal
Viralnya logo Kemhan pada J7 Explorer tidak terlepas dari perbedaan antara kepemilikan aset dan fungsi penggunaannya.
Kapal tersebut tetap milik swasta, tetapi digunakan untuk mendukung aktivitas yang berkaitan dengan program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
J7 Explorer memiliki panjang sekitar 120 meter dan dibangun di Batam sebelum selesai pada 2022.
Kapal berbobot sekitar 8.076 GT itu memiliki 25 kabin, kapasitas sekitar 50 tamu, helipad, serta fasilitas akomodasi kru.
Kini, perhatian publik terhadap kapal tersebut tidak hanya menyangkut fasilitasnya, tetapi juga perannya dalam mendukung proyek pangan nasional.
Klarifikasi Kemhan pada Sabtu, (15/08/2026) menegaskan bahwa J7 Explorer tetap merupakan aset swasta yang digunakan mendukung program ketahanan pangan.
Dengan demikian, isu utama kapal Haji Isam bukan perubahan kepemilikan, melainkan pemanfaatan aset swasta dalam mendukung kebutuhan operasional program pemerintah.****