• Jumat, 2 Desember 2022

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Usia 8 Bulan di Pademangan, Jakarta Utara

- Kamis, 21 Juli 2022 | 15:06 WIB
ilustrasi penjagaan polisi korban penembakan istri anggota TNI (Pixabay/fsHH)
ilustrasi penjagaan polisi korban penembakan istri anggota TNI (Pixabay/fsHH)

SulbarEkspres - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menggagalkan pelaku AM (43) yang berupaya menjual bayi perempuan berumur delapan bulan nelalui dalam jaringan (daring).

“Setelah melalui proses penyelidikan yang cukup mendalam, akhirnya di tempat kejadian perkara (TKP) Hotel D daerah Pademangan, Jakarta Utara, kami berhasil mengungkap kasus perdagangan bayi ini dengan tersangka AM,” ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana dikutip dari laman Polri, dikutip dari PMJ News Kamis (21/7/2022).

Kholis menuturkan, penangkapan tersebut bermula dari polisi yang mendapat informasi dari seseorang tentang adanya dugaan tindak pidana perdagangan anak dengan harga senilai Rp30 juta.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Usia 8 Bulan di Pademangan, Jakarta Utara

Baca Juga: Pendaftar Lolos Kartu Prakerja Gelombang 37, Segera Lakukan Hal Ini!

“Bayi perempuan itu merupakan anak sepupu kandung tersangka AM sendiri berinisial S, putri kedua hasil perkawinan S dengan K yang sedang tidak berada di Jakarta karena pergi melaut,” paparnya.

Bayi milik S tersebut diambil paksa oleh AM untuk dijual agar utang S sebesar Rp11 juta kepada dirinya bisa lunas. Selain itu, AM juga mengincar keuntungan lain dengan menjual bayi tersebut Rp 30 juta.

Bersama penangkapan AM, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp2 juta, selembar tangkapan layar bukti pembayaran kamar hotel dan bukti transaksi ke rekening tersangka sebesar Rp1 juta, satu unit kartu akses hotel.

“Serta satu unit ponsel pintar jenis Android dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 76F Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, juncto Pasal 83 untuk setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76F dipidana dengan hukuman penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp60 juta rupiah dan paling banyak Rp300 juta.***

Editor: Reno Wijaya

Tags

Terkini

Jamaluddin Ditetapkan Jadi Tersangka, Ini Perannya

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 17:26 WIB

10 Saksi Hadir Dalam Sidang Terdakwa Hendra Kurniawan

Kamis, 27 Oktober 2022 | 16:31 WIB
X