Muliaman dikenal sebagai mantan Ketua Dewan Komisioner OJK pertama periode 2012–2017 dan pernah menjabat Deputi Gubernur BI.
Ia juga pernah menjadi Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein serta kini menjabat Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 Melambat? Pemerintah Sebut Faktor Musiman Menjadi Penyebab Utama
Destry memiliki pengalaman panjang sebagai ekonom, mantan Anggota Dewan Komisioner LPS, serta Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.
Sementara Aida S. Budiman merupakan Deputi Gubernur BI periode 2022–2027 yang berpengalaman menangani kebijakan moneter, ekonomi internasional, dan isu reformasi struktural.
Ekonom Senior Soroti Sinkronisasi Fiskal Dan Kebijakan Moneter Nasional
Di tengah pembahasan calon Gubernur BI, muncul pula perdebatan mengenai hubungan pemerintah dengan bank sentral.
Baca Juga: Fakta Penetapan Nurman Herin Sebagai Tersangka TPPU dan Dampaknya pada Penyidikan Febrie Adriansyah
Ekonom senior dan mantan Dirut Bursa Efek Jakarta (BEJ), Hasan Zein Mahmud menilai independensi BI bukan persoalan utama selama kebijakan fiskal dan moneter berjalan selaras.
Ia mencontohkan Bank Sentral Tiongkok yang berada di bawah pemerintah namun tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Jadikan satu kewenangan, biar lebih kelihatan mana sebenarnya yang berbulu hitam," ujar Hasan Zein Mahmud, Sabtu, (1/Agustus/2026).
Hasan juga mengingatkan bahwa suku bunga rendah bukan satu-satunya faktor pendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, kebijakan fiskal yang kurang efektif justru dapat melemahkan rupiah, meningkatkan inflasi, dan memicu arus modal keluar.
Proses Penunjukan Akan Menentukan Arah Kebijakan Bank Indonesia
Penunjukan Gubernur BI menjadi perhatian pelaku pasar karena berkaitan dengan arah kebijakan moneter nasional.