INFO EKSPRES:
- Format pelatihan Manajer Kopdeskel Merah Putih berubah usai evaluasi bersama Kementerian Pertahanan.
- Materi soft skill melengkapi pembelajaran teknis untuk memperkuat kepemimpinan dan pengelolaan koperasi modern.
- Menkop Ferry Juliantono menargetkan setiap manajer mampu membangun koperasi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
SULBAREKSPRES.COM - Benarkah pelatihan ala militer untuk calon Manajer Kopdeskel Merah Putih kini telah diubah?
Seberapa penting kemampuan kepemimpinan dan bisnis dibanding sekadar membangun gedung koperasi yang megah?
Evaluasi Pelatihan Dilakukan Bersama Kementerian Pertahanan Secara Menyeluruh
Kementerian Koperasi menyatakan format pelatihan calon Manajer Kopdeskel Merah Putih telah diperbarui setelah melalui evaluasi bersama Kementerian Pertahanan.
Baca Juga: Rudi Margono Resmi Menjadi Plt Jampidsus, Pengalaman Pengawasan dan Penindakan Jadi Modal Utama
Perubahan tersebut mencakup penyempurnaan materi pembelajaran dan penambahan waktu pelatihan.
Langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas perhatian publik terhadap metode pelatihan sebelumnya.
"Kemarin sudah dievaluasi, alhamdulillah dari pihak Kementerian Pertahanan juga sudah mau mengevaluasi," kata Ferry Juliantono, Menteri Koperasi, Sabtu, 11 Juli 2026.
Materi Soft Skill Lengkapi Pembelajaran Manajemen dan Keuangan Koperasi
Ferry mengatakan peserta kini memperoleh tambahan materi mengenai interaksi sosial dan pengembangan soft skill.
Materi tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan para calon manajer koperasi.
Program pelatihan berlangsung selama 45 hari, sebanyak 15 hari diisi pembelajaran mengenai manajemen, koperasi, keuangan, dan materi teknis pendukung.
"Tambahan hari yang diberikan kepada kami akan kita berikan bagaimana interaksi sosial, soft skill, segala macam," ujar Ferry Juliantono.