Prabowo Instruksikan Menteri Bahlil Lahadalia Percepat Penanganan Pemadaman Listrik Kalimantan Bersama PLN

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 13:29 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pemadaman listrik telah berdampak pada peternak ayam di Tabalong sehingga penanganan dipercepat. (Dok. Instagram.com @bahlillahadalia)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pemadaman listrik telah berdampak pada peternak ayam di Tabalong sehingga penanganan dipercepat. (Dok. Instagram.com @bahlillahadalia)

Listrik juga menjadi infrastruktur utama yang menopang layanan publik, industri, perdagangan, hingga sektor pangan.

Gangguan Listrik Dipastikan Bukan karena Krisis Pasokan Energi Nasional

Bahlil menjelaskan informasi dari PLN menunjukkan penyebab gangguan berasal dari pekerjaan pemeliharaan jaringan listrik.

Baca Juga: Data 8.000 WNI Lepas Kewarganegaraan Picu Perdebatan? Ini Fakta Statistik dan Konteks yang Lebih Lengkap

Ia memastikan kapasitas energi nasional masih mencukupi sehingga tidak terjadi persoalan pasokan pembangkit.

"Menurut informasi dari PLN, itu terkait dengan pemeliharaan. Bukan persoalan energinya, energinya nggak ada masalah," ujar Bahlil Lahadalia.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, pemerintah memang terus menekankan pentingnya peningkatan keandalan sistem transmisi dan distribusi listrik untuk menekan potensi gangguan layanan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Respons Bursa Calon Gubernur BI, Pemerintah Belum Sampaikan Nama Resmi ke DPR

Koordinasi antara Kementerian ESDM dan PLN dipastikan terus dilakukan hingga kondisi sistem kembali normal.

Peternak Ayam di Tabalong Mengalami Kerugian Hingga Enam Puluh Persen

Dampak pemadaman listrik mulai dirasakan pelaku usaha peternakan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Peternak ayam di Desa Masingai Dua, Kecamatan Upau, melaporkan tingginya angka kematian ayam akibat terganggunya pasokan listrik.

Baca Juga: Survei LKPI Sebut Kepuasan Masyarakat terhadap Prabowo Tetap Tinggi, Apa Faktor Utama Penentunya

Tagirun mengaku sekitar 1.080 ekor ayam mati dari total 1.800 ekor yang dipeliharanya, kerugian tersebut diperkirakan mencapai sekitar 60 persen dari populasi ternak.

"Harapannya pemerintah segera menormalkan bagaimana jangan sampai masyarakat atau petani ayam dan lainnya itu supaya cepat pulih lagi," kata Tagirun, peternak ayam di Desa Masingai Dua.

Listrik dibutuhkan untuk mengoperasikan pemanas dan penerangan kandang agar suhu tetap stabil sehingga kesehatan ayam dapat terjaga.

Baca Juga: Pelemahan Rupiah Jadi Sorotan, DJP Tegaskan APBN dan Pajak Didukung Fundamental Ekonomi Domestik

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Rekomendasi

Terkini

X