Purbaya Sebut Reformasi DJP Berhasil, Penerimaan Pajak Tumbuh 24,6 Persen Pada Semester Pertama Tahun 2026

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Kamis, 16 Juli 2026 | 16:09 WIB
Direktorat Jenderal Pajak disebut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pembenahan organisasi demi meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan optimalisasi penerimaan negara. (Dok. Instagram @menkeuri)
Direktorat Jenderal Pajak disebut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pembenahan organisasi demi meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan optimalisasi penerimaan negara. (Dok. Instagram @menkeuri)

Purbaya memastikan reformasi tidak berhenti pada perbaikan administratif semata.

"Saya pastikan ke depan kita perbaiki terus menerus dan perbaikan akan terjadi karena pendekatan kita cukup sistematis."

Baca Juga: Stimulus Rp110,7 Triliun dan APBN 2025 Diklaim Jaga Daya Beli, Seberapa Besar Dampaknya Bagi Masyarakat

"Termasuk IT, SDM, serta stick dan carrot yang pas untuk orang yang bekerja di perpajakan," kata Purbaya Yudhi Sadewa.

Penguatan teknologi informasi dan pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian utama strategi reformasi tersebut.

Penerimaan Pajak Semester Pertama Tumbuh Sangat Tinggi

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.035,7 triliun.

Baca Juga: SapuLangit Media Dorong Literasi Budaya Lewat Rubrik Cerita Rakyat yang Angkat Legenda Lokal dari Berbagai Daerah

Angka tersebut meningkat 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi itu juga setara dengan 43,9 persen target penerimaan pajak dalam APBN 2026.

Capaian tersebut membalikkan tren pertumbuhan negatif yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Mengapa FBI Ikut dalam Kasus Febrie Adriansyah, Polri Jelaskan Pemeriksaan Dolar AS dan Barang Bukti Korupsi

Laju pertumbuhan itu menjadi salah satu indikator awal efektivitas reformasi administrasi perpajakan menurut pemerintah.

PPN dan PPh Menjadi Penopang Kenaikan Penerimaan Negara

Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar.

Penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp380 triliun atau meningkat 42,2 persen secara tahunan.

Baca Juga: Mengapa KH Yahya Cholil Staquf Kembali Maju Pada Muktamar NU Ke-35? Ini Alasan dan Target Utamanya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X