Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Alasan Defisit APBN Rp196,5 Triliun Masih Aman Pada Semester I 2026

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Selasa, 14 Juli 2026 | 07:03 WIB
Program KDKMP dirancang menghubungkan layanan perdagangan, kesehatan, pembiayaan, dan logistik dalam satu ekosistem ekonomi desa. (Dok. Instagram @menkeuri)
Program KDKMP dirancang menghubungkan layanan perdagangan, kesehatan, pembiayaan, dan logistik dalam satu ekosistem ekonomi desa. (Dok. Instagram @menkeuri)

Kenaikan belanja mencerminkan percepatan pelaksanaan berbagai program pemerintah.

Selisih antara pendapatan dan belanja menghasilkan defisit Rp196,5 triliun.

Baca Juga: Don Ritto dan Febrie Adriansyah Sama-Sama Alumni FH Unja, Ini Fakta Relasi dalam Penyidikan Dugaan TPPU Polri

Pemerintah Tegaskan Defisit APBN Masih dalam Jalur Terkendali

Defisit APBN hingga semester pertama tercatat sebesar 0,76 persen terhadap PDB.

Pemerintah menegaskan angka tersebut masih berada pada level yang aman.

"Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, 'Kondisi tersebut mencerminkan bahwa defisit APBN tetap dijaga dalam batas aman dan terkendali.'"

Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Dipertanyakan Setelah IMF Pertahankan Proyeksi Hanya 5 Persen

Pernyataan itu sekaligus merespons kekhawatiran mengenai pelebaran defisit pada awal tahun.

Pemerintah menilai kondisi fiskal justru menunjukkan perbaikan.

Perbandingan dengan Kuartal Pertama Menunjukkan Tren yang Membaik

Pada kuartal pertama 2026, defisit APBN mencapai sekitar 0,9 persen terhadap PDB.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU Disidik Polri, Peran Kementerian ESDM Jadi Sorotan dalam Kasus Blackout

Saat itu muncul proyeksi bahwa defisit tahunan dapat melampaui batas 3 persen.

Purbaya menilai asumsi tersebut tidak mencerminkan perkembangan terbaru.

"Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, 'Kalau kita pakai cara yang sama dengan para pengamat, sekarang 6 bulan 0,76% berarti setahun defisit hanya 1,52%.'"

Baca Juga: Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Dipertanyakan Setelah IMF Pertahankan Proyeksi Hanya 5 Persen

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X