Produksi crude palm oil terealisasi 126 ribu ton dari target 295 ribu ton, sementara produktivitas tandan buah segar mencapai 2,37 ton per hektare atau sekitar 63 persen dari target.
Utilitas pabrik kelapa sawit juga baru mencapai 31,08 persen, masih di bawah target 80 persen.
Meski demikian, Ghani mengatakan tren operasional mulai membaik setelah korporasi melakukan pembenahan organisasi, pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, serta penyempurnaan sistem pengadaan dan pemasaran.
Agrinas menargetkan peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional hingga akhir 2026 agar mampu menjalankan mandat pemerintah memperkuat swasembada pangan dan energi secara berkelanjutan.****
Artikel Terkait
Belanja Negara Melampaui Target, Defisit APBN 2026 Meningkat Meski Pemerintah Tetap Optimistis Mengendalikannya
Brankas Rahasia di Cafe De'Clan Berisi Rp60 Miliar, Polisi Dalami Aliran Dana Dan Kepemilikan Aset Dugaan Korupsi
Mengapa Laba BTN Melonjak Lebih dari 54 Persen Saat Industri Perbankan Hadapi Berbagai Tantangan Ekonomi
OJK Tegaskan Tak Berhenti Memburu Henry Surya, Penyitaan Aset Jadi Kunci Pemulihan Dana Pemegang Polis
IMF Pertahankan Proyeksi Ekonomi Indonesia 5 Persen, Mampukah Target APBN 2026 Tercapai di Tengah Risiko Global
Biodiesel B50 Jadi Strategi Baru Mengoptimalkan Sawit Demi Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi
Kasus BSI Anambas Masuk Pengadilan, Dugaan Dana Pelunasan Rp2,8 Miliar Terungkap Lewat Pengajuan Kredit
Putri William Soeryadjaya Tinggalkan Kursi Komisaris Saratoga Setelah Mengawal Korporasi Hampir 3 Dekade
Krisis PT Gunbuster Nickel Industry GNI Berlanjut, PHK 1.800 Pekerja Diiringi Harapan Investor Baru Segera Masuk
Harga CPO Berpotensi Menguat Lewat Implementasi B50, GAPKI Ingatkan Risiko Kenaikan Pungutan Ekspor