Organisasi itu juga memperkirakan penerimaan Dana Sawit berpotensi berkurang Rp43 triliun hingga Rp67 triliun per tahun sehingga memunculkan potensi defisit pembiayaan biodiesel Rp28 triliun hingga Rp42 triliun.
Produksi CPO Nasional Dinilai Masih Memadai Mendukung Implementasi Program B50 Nasional
Di tengah perdebatan tersebut, GAPKI memastikan pasokan CPO nasional masih mencukupi untuk menjalankan program B50.
Tambahan kebutuhan CPO diperkirakan sekitar 1,74 juta ton pada tahun ini.
Menurut Eddy Martono, produksi nasional masih mampu memenuhi tambahan kebutuhan tersebut tanpa mengganggu pasokan.
Optimisme itu memperkuat harapan bahwa implementasi B50 dapat menjaga keseimbangan antara ketahanan energi, stabilitas industri sawit, dan peningkatan kesejahteraan petani apabila kebijakan pungutan ekspor tidak kembali dinaikkan.****
Artikel Terkait
Rapat Panitia Munas VIII PSMTI Bahas Kesiapan Akhir, Pengurus Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi Organisasi
Belanja Negara Melampaui Target, Defisit APBN 2026 Meningkat Meski Pemerintah Tetap Optimistis Mengendalikannya
Brankas Rahasia di Cafe De'Clan Berisi Rp60 Miliar, Polisi Dalami Aliran Dana Dan Kepemilikan Aset Dugaan Korupsi
Mengapa Laba BTN Melonjak Lebih dari 54 Persen Saat Industri Perbankan Hadapi Berbagai Tantangan Ekonomi
OJK Tegaskan Tak Berhenti Memburu Henry Surya, Penyitaan Aset Jadi Kunci Pemulihan Dana Pemegang Polis
IMF Pertahankan Proyeksi Ekonomi Indonesia 5 Persen, Mampukah Target APBN 2026 Tercapai di Tengah Risiko Global
Biodiesel B50 Jadi Strategi Baru Mengoptimalkan Sawit Demi Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi
Kasus BSI Anambas Masuk Pengadilan, Dugaan Dana Pelunasan Rp2,8 Miliar Terungkap Lewat Pengajuan Kredit
Putri William Soeryadjaya Tinggalkan Kursi Komisaris Saratoga Setelah Mengawal Korporasi Hampir 3 Dekade
Krisis PT Gunbuster Nickel Industry GNI Berlanjut, PHK 1.800 Pekerja Diiringi Harapan Investor Baru Segera Masuk