Harga CPO Berpotensi Menguat Lewat Implementasi B50, GAPKI Ingatkan Risiko Kenaikan Pungutan Ekspor

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Jumat, 10 Juli 2026 | 13:26 WIB
B50 diproyeksikan mengalihkan jutaan ton CPO ke pasar domestik untuk mendukung kebutuhan energi nasional berbasis biodiesel. (Dok. Kreasi Dola AI)
B50 diproyeksikan mengalihkan jutaan ton CPO ke pasar domestik untuk mendukung kebutuhan energi nasional berbasis biodiesel. (Dok. Kreasi Dola AI)

Organisasi itu juga memperkirakan penerimaan Dana Sawit berpotensi berkurang Rp43 triliun hingga Rp67 triliun per tahun sehingga memunculkan potensi defisit pembiayaan biodiesel Rp28 triliun hingga Rp42 triliun.

Produksi CPO Nasional Dinilai Masih Memadai Mendukung Implementasi Program B50 Nasional

Di tengah perdebatan tersebut, GAPKI memastikan pasokan CPO nasional masih mencukupi untuk menjalankan program B50.

Baca Juga: Brankas Rahasia di Cafe De'Clan Berisi Rp60 Miliar, Polisi Dalami Aliran Dana Dan Kepemilikan Aset Dugaan Korupsi

Tambahan kebutuhan CPO diperkirakan sekitar 1,74 juta ton pada tahun ini.

Menurut Eddy Martono, produksi nasional masih mampu memenuhi tambahan kebutuhan tersebut tanpa mengganggu pasokan.

Optimisme itu memperkuat harapan bahwa implementasi B50 dapat menjaga keseimbangan antara ketahanan energi, stabilitas industri sawit, dan peningkatan kesejahteraan petani apabila kebijakan pungutan ekspor tidak kembali dinaikkan.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X