Sulbarekspres.com - Kapolres Polman AKBP Agung Budi Leksono bersama puluhan personil Polres Polman, datangi warga di Dusun Tappang, Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Jumat 16 September 2022.
Berjarak sekitar 15 Kilometer dari Polres Polman, rombongan bergerak menuju lokasi menggunakan kendaraan roda empat dengan melalui jalan menanjak dan terjal.
Setibanya dusun Tappang, Polisi berpangkat Dua Bunga ini mendatangi rumah pertama dengan penuh perjuangan, akses jalan yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki dengan jalan menanjak membuat Kapolres dan rombong tak menyerah untuk bertemu dengan warga yang akan di beri bantuan sembako.
Baca Juga: Profil Hokky Caraka, Sergio Aguero dari Indonesia
Baca Juga: Jubir BIN Sebut Data Tidak Bocor, Ini Tanggapan Pakar Siber!!
Setibanya di rumah warga, kapolres Polman, langsung menemui pemilik rumah dan menyerahkan paket sembako sebagai bentuk kepedulian Polri ke masyarakat kurang mampu.
"Untuk berbagi kami di Polres Polman tidak pernah melihat jarak dekat jauhnya wilayah, meskipun jaraknya jauh dan terjal kalau disitu ada warga yang kurang mampu kita tetap ke lokasi itu," kata Kapolres Polman, AKBP Agung Budi Leksono, usai membagikan sembako.
Menurutnya, kegiatan berbagi ke masyarakat kurang mampu ini dilakukan sebagai bentuk upaya atau kontribusi Polri untuk membantu warga yang terdampak kenaikan harga BBM, dengan turun langsung ke lapangan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
Ia juga menegaskan kepada para Bhabinkamtibmas di wilayah Kepolisian Sektor (Polsek) masing-masing melaporkan masyarakat yang benar-benar layak diberikan bantuan sembako.
"Kita sudah sampaikan ke Bhabinkamtibmas untuk mencari dan melaporkan warga yang betul-betul layak mendapatkan bantuan," ujarnya.
Dengan bantuan paket sembako tersebut Ia berharap semoga bisa meringankan beban mereka yang penyesuaian dengan kenaikan harga bahan pokok.
"Harapan besar kami untuk semua Stakeholder terlibat dalam menangani keluhan masyarakat yang saat ini sedang menyesuaikan dampak dari kenaikan harga bahan pokok dan masyarakat yang tidak mendapatkan sama sekali bantuan dari Program Pemerintah," tutupnya.***