SulbarEkspres.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa dan Rakyat (SEMARAK) melakukan aksi penolakan kenaikan BBM di depan kantor DPRD Polman, Sulawesi Barat, Jumat, 09 September 2022.
Selain menutup jalan trans sulawesi, unjuk rasa mahasiswa ini juga di lakukan dengan aksi teatrikal, dengan iringan musik para mahasiswa ini bergantian membacakan puisi.
Dalam aksi tetrikal ini mahasiswa menceritakan kehidupan petani yang semakin tertekan akibat kenaikan harga BBM, di tambah lagi dengan harga gabah saat ini anjlok.
Baca Juga: Mahasiswa Demo Ancam Segel Pertamina, Polres Polman Kerahkan Ratusan Personilnya
Baca Juga: Kemensos bagikan 600 ribu bagi warga yang terdampak naiknya BBM, ini syaratnya!!
Aksi teatrikal ini dilakukan sebagai gambaran kehidupan petani di kabupaten Polman yang semakin menjerit dengan kenaikan harga BBM ini, biaya operasional yang semakin tinggi tidak sebanding dengan hasil panen mereka.
Dengan adanya aksi tetrikal ini, mereka berharap pemerintah bisa melihat gambaran kehidupan petani.
Usai melakukan aksi tersebut mereka kemudian berjalan masuk ke halaman kantor DPRD Polman untuk bertemu dengan pimpinan anggota Dewan.
Namun upaya untuk bertemu dengan pimpinan terhalang oleh aparat Kepolisian yang melakukan penjagaan ketat di depan pintu DPRD polman.
Aliansi Semarak Polman ini menggelar aksi serupa dengan 4 poin tuntutan, pertama menolak dengan tegas wacana kenaikan BBM bersubsidi karena akan berdampak pada lonjakan inflasi dan semakin menyengsarakan rakyat.
Kedua perlu ada revisi soal Perpres nomor 191 tahun 2014 tentang penyediaan pendistribusian dan jual eceran harga bahan bakar minyak untuk mempertegas pihak-pihak yang berhak menerima subsidi agar tetap tepat sasaran.
Ketiga mendesak pemerintah bersungguh-sungguh memberantas mafia BBM dan migas.
Dan terakhir mendesak DPRD Kabupaten Polewali Mandar agar tetap bersama masyarakat Polman sebagai yang diwakilkan untuk bersama-sama menolak kebijakan kenaikan BBM bersubsidi.***
Penulis: Ilham