MSAT Diduga Ajak Santriwati Main Bertiga, Masa Allah!

photo author
Reno Wijaya, Sulbarekspres.com
- Jumat, 8 Juli 2022 | 13:25 WIB
Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42).  Anak Kiai Jombang tersangka kekerasan seksual santriwati  jadi trending di Twitter.
Mochamad Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42). Anak Kiai Jombang tersangka kekerasan seksual santriwati jadi trending di Twitter.

SulbarEkspres - Santriwati korban kasus dugaan pencabulan oleh MSAT, anak kiai Pesantren Shiddiqiyyah Desa Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur, mengungkap kesaksian kasus yang menimpanya.

Korban bercerita, awalnya ia menjalin hubungan asmara dengan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Bechi (42).

Hubungan mereka berjalan selama hampir lima tahun. Pada 2012, saat usianya baru 15 tahun, ia dicabuli untuk yang pertama kalinya.

Baca Juga: 15 Tanda-Tanda Kiamat yang Sudah Mulai Muncul, Nomor 14 Ada di Depan Kita!

Baca Juga: Populer: Lagu Sikok Bagi Duo Viral, 1 Istri Diembat Dua Pria Bikin Geleng Kepala

Baca Juga: Uang Panai Untuk Pernikahan Kini Diatur Pemerintah?, MUI Sulsel Terbitkan Fatwa!

Empat tahun berselang, ketika korban berniat melepaskan diri dari MSAT, bukan kebebasan yang ia dapatkan, melainkan kekerasan yang menghujani tubuhnya secara bertubi-tubi.

“Tadinya saya itu sudah dibuka paksa, semuanya disuruh buka. Aku bilang enggak mau, dia bilang sudah-sudah, tahu itu saya sampai nangis awalnya. Terus habis itu saya minta putus, enggak bisa sudah lama-lama ya sudah saya mau enggak mau di situ terus akhirnya,” kata korban dikutip dari liputan CNNIndonesia TV, Jumat 8Juli 2022.

Korban mengatakan penolakan permintaan MSAT berujung pada ancaman. MSAT kerap kali membawa-bawa keluarga korban saat ancaman itu dilontarkan.

“Dia suka bawa-bawa keluarga terus katanya seolah-olah kayak dia itu punya ilmu. Sampai tangan dua menggenggam dan bilang ‘Jenenge wong tuamu iku tak cekel iki iso tak apa ya’, saya lupa kata-katanya, intinya itu kayak kalau dia meremas itu hancur gitu,” ujarnya

Korban mengaku dipaksa untuk menuruti segala kemauan MSAT. Ia diajak tidur di sebuah hotel, kemudian di sana MSAT mengajak berhubungan badan.

Korban pun melakukan penolakan. Tak terima, MSAT langsung mengancam akan melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Dia bilang ‘Koen yo, ayo pengen tak anu maneh tak ajar maneh,’ gitu. Ya sudah saya mau nggak mau ya sudah saya gitu main bertiga. Di situ sudah mulai nangis, saya nangis,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Reno Wijaya

Tags

Rekomendasi

Terkini

X