INFO EKSPRES:
- Kemhan menyebut J7 Explorer digunakan mendukung program ketahanan pangan di Wanam, Papua Selatan, serta wilayah lainnya.
- Penggunaan logo Kemhan tidak berarti J7 Explorer berubah menjadi aset milik pemerintah.
- Kapal milik Haji Isam tetap berstatus aset swasta berdasarkan klarifikasi Kementerian Pertahanan.
SULBAREKSPRES.COM - Mengapa kapal ekspedisi mewah milik Haji Isam tiba-tiba menggunakan logo Kementerian Pertahanan, meski status kepemilikannya tetap berada di tangan swasta?
Apa yang membuat J7 Explorer dikerahkan menjadi pangkalan bergerak di tengah proyek pencetakan sawah skala besar di Merauke, Papua Selatan?
Kapal J7 Explorer milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam menjadi sorotan setelah foto kapal dengan logo Kementerian Pertahanan RI beredar.
Kemunculan logo tersebut memunculkan pertanyaan mengenai status kapal dan alasan aset swasta digunakan dalam aktivitas yang berkaitan dengan program pemerintah.
Kementerian Pertahanan kemudian memberikan klarifikasi bahwa J7 Explorer digunakan untuk mendukung kegiatan serta mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan nasional.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kapal tersebut digunakan dalam sejumlah wilayah program pangan.
"Kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia," kata Rico.
Kapal Milik Haji Isam Tetap Berstatus Aset Swasta
Klarifikasi Kemhan menegaskan bahwa penggunaan logo dan fungsi operasional kapal tidak mengubah status kepemilikan J7 Explorer.
Rico menjelaskan, kapal tersebut tetap menjadi aset pihak swasta, sedangkan pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
"Kepemilikan kapal tetap berada pada pihak swasta, sedangkan penggunaannya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional," ujar Rico.