INFO EKSPRES:
- Aspirasi warga disampaikan langsung kepada Wapres Gibran dalam kunjungan kerja di Jambi.
- Konflik stockpile batu bara menjadi persoalan yang telah berlangsung selama belasan tahun.
- Masyarakat menunggu tindak lanjut pemerintah demi menjaga kelestarian Candi Muaro Jambi.
SULBAREKSPRES.COM - Mengapa konflik di Candi Muaro Jambi belum juga berakhir meski berkali-kali dijanjikan penyelesaiannya?
Akankah respons Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kali ini menjadi langkah nyata menyelamatkan salah satu kawasan cagar budaya terpenting di Indonesia?
Konflik Candi Muaro Jambi Kembali Mengemuka Saat Wapres Gibran Berkunjung Ke Jambi
Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Jambi memunculkan kembali tuntutan masyarakat terkait konflik di Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi.
Warga meminta pemerintah segera menyelesaikan persoalan stockpile batu bara dan kawasan industri yang dinilai mengancam kelestarian kompleks percandian.
Isu tersebut telah menjadi perhatian masyarakat selama bertahun-tahun, dalam kunjungannya, Gibran menerima langsung aspirasi dari warga.
Aspirasi Warga Disampaikan Langsung kepada Wakil Presiden RI
Dikutip dari media Ceritojambi.com, seorang warga bernama Adji Permana menyerahkan secarik kertas berisi permohonan kepada Wapres.
Isi aspirasi meminta pemerintah mengambil langkah konkret menyelesaikan konflik kawasan cagar budaya.
Merespons hal tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan, "Harusnya tidak boleh di sana, akan kita tindak lanjuti."
Pernyataan itu kemudian menjadi perhatian masyarakat yang selama ini menunggu kepastian penyelesaian.
Komunitas Pelestari Budaya Ingatkan Janji Pemerintah Sebelumnya Belum Terpenuhi
Mukhtar Hadi atau Borju dari komunitas Rumah Menapo menyebut persoalan itu sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah.