nasional

Koleksi Buku Perpustakaan Gambarkan Perjalanan Intelektual Prabowo Sejak Menjadi Ketua Tim Debat di London

Minggu, 12 Juli 2026 | 23:17 WIB
Perpustakaan Hambalang memperlihatkan ragam buku tentang sejarah, geopolitik, budaya, dan kepemimpinan yang menarik perhatian publik. (Dok.Instagram.com @dirgayuza)

Indonesia pun memperoleh tempat yang istimewa. Ada buku-buku seperti Java in a Time of Revolution, Java: A History, The Indonesian National Revolution, The Indonesia Reader, Indonesian Etc., Nathaniel’s Nutmeg, dan A History of Modern Indonesia berdiri berdampingan.

Seolah mengingatkan bahwa memahami Indonesia berarti memahami perjalanan panjang bangsa ini sejak masa kerajaan, kolonialisme, revolusi, hingga menjadi negara modern.

Baca Juga: Pidato Prabowo tentang Amanat Rakyat dan Pemberantasan Korupsi Jadi Sorotan, Ini Pesan Penting bagi Aparatur

Salah satu bagian paling mengesankan di perpustakaan ini adalah koleksi sejarah perang.

Di rak-raknya berjajar The Guns of August, The Sleepwalkers, Paris 1919, The Great War, The First World War, Battle Cry of Freedom, trilogi The Civil War karya Shelby Foote, Gettysburg, Grant, Lincoln, The Rise and Fall of the Third Reich.

Juga ada The Longest Day, A Bridge Too Far, Citizen Soldiers, An Army at Dawn, World War II, The Liberation Trilogy, Vietnam: A History, A Bright Shining Lie, Dispatches, hingga Embers of War.

Baca Juga: Pengunduran Diri Febrie Adriansyah Diterima Jaksa Agung, Bagaimana Nasib Penanganan Kasus Korupsi Selanjutnya

Buku-buku itu bukan sekadar menceritakan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Mereka berbicara tentang bagaimana pemimpin mengambil keputusan ketika semua pilihan sama-sama buruk.

Bagaimana logistik menentukan nasib sebuah bangsa; bagaimana moral pasukan sering kali lebih penting daripada jumlah tentaranya; dan bagaimana kesalahan kecil dapat mengubah arah sejarah dunia.

Seperti ditulis Barbara Tuchman dalam The Guns of August:

Baca Juga: Rumah Dijaga TNI, Profil Febrie Adriansyah dan Rekam Jejak Jampidsus Kejagung Jadi Sorotan Publik

"Human beings, like plans, prove fallible in the presence of danger, death, and live ammunition.”

Kalimat-kalimat seperti itulah yang memenuhi rak-rak Hambalang — pengingat bahwa sejarah bukan hanya kisah masa lalu, tetapi guru yang paling jujur bagi para pemimpin.

Namun koleksi perpustakaan pribadi Presiden Prabowo tidak berhenti pada sejarah.

Baca Juga: Rapat Panitia Munas VIII PSMTI Bahas Kesiapan Akhir, Pengurus Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi Organisasi

Halaman:

Tags

Terkini