Program tersebut diarahkan untuk mempercepat administrasi, koordinasi, dan pelayanan organisasi secara lebih terintegrasi.
Seluruh Ranting Ditargetkan Segera Masuk Sistem Terintegrasi Nasional
PBNU menargetkan seluruh struktur kepengurusan hingga ranting dan anak ranting dapat terhubung dalam satu sistem digital.
Menurut Gus Yahya, target tersebut diperkirakan dapat direalisasikan dalam waktu kurang dari satu tahun.
"Dalam waktu tidak sampai satu tahun maka seluruh jajaran pengurus itu sampai ke ranting dan anak ranting."
"InsyaAllah bisa masuk ke dalam sistem yang terkoneksi dalam sistem manajemen digital ini," jelas KH Yahya Cholil Staquf.
Ia menilai sistem itu akan meningkatkan efektivitas komunikasi organisasi dengan warga Nahdlatul Ulama.
"Maka daya jangkau kepada warga akan jadi semakin efektif," tambahnya.
Tambakberas Bersiap Menjadi Pusat Konsolidasi Warga Nahdliyin Nasional
Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Forum lima tahunan tersebut merupakan mekanisme tertinggi Nahdlatul Ulama untuk menentukan arah organisasi sekaligus memilih ketua umum baru.
Tambakberas dipilih karena memiliki nilai historis sebagai tempat kelahiran KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu tokoh utama pendiri Nahdlatul Ulama.
Hasil Muktamar akan menjadi pijakan penting bagi keberlanjutan program organisasi, termasuk agenda transformasi digital yang telah dijalankan PBNU.****