Mengapa KH Yahya Cholil Staquf Kembali Maju Pada Muktamar NU Ke-35? Ini Alasan dan Target Utamanya

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Rabu, 15 Juli 2026 | 10:28 WIB
KH Yahya Cholil Staquf kembali menjadi sorotan setelah memastikan maju lagi sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-35. (Instagram.com @yahyacholilstaquf)
KH Yahya Cholil Staquf kembali menjadi sorotan setelah memastikan maju lagi sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU ke-35. (Instagram.com @yahyacholilstaquf)

Program tersebut diarahkan untuk mempercepat administrasi, koordinasi, dan pelayanan organisasi secara lebih terintegrasi.

Seluruh Ranting Ditargetkan Segera Masuk Sistem Terintegrasi Nasional

PBNU menargetkan seluruh struktur kepengurusan hingga ranting dan anak ranting dapat terhubung dalam satu sistem digital.

Baca Juga: Coretax Jadi Senjata DJP Menjaga Penerimaan PPN di Tengah Melemahnya Konsumsi, Apa Dampaknya Bagi APBN

Menurut Gus Yahya, target tersebut diperkirakan dapat direalisasikan dalam waktu kurang dari satu tahun.

"Dalam waktu tidak sampai satu tahun maka seluruh jajaran pengurus itu sampai ke ranting dan anak ranting."

"InsyaAllah bisa masuk ke dalam sistem yang terkoneksi dalam sistem manajemen digital ini," jelas KH Yahya Cholil Staquf.

Baca Juga: KPK Buka Peluang Sita Dugaan Uang Rp100 Juta kepada Gus Miftah Jika Terbukti Berasal dari Korupsi DJKA

Ia menilai sistem itu akan meningkatkan efektivitas komunikasi organisasi dengan warga Nahdlatul Ulama.

"Maka daya jangkau kepada warga akan jadi semakin efektif," tambahnya.

Tambakberas Bersiap Menjadi Pusat Konsolidasi Warga Nahdliyin Nasional

Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Baca Juga: Keputusan Terbaru S&P Pertahankan Rating Kredit Indonesia Jadi Modal Penting Jaga Kepercayaan Investor

Forum lima tahunan tersebut merupakan mekanisme tertinggi Nahdlatul Ulama untuk menentukan arah organisasi sekaligus memilih ketua umum baru.

Tambakberas dipilih karena memiliki nilai historis sebagai tempat kelahiran KH Abdul Wahab Hasbullah, salah satu tokoh utama pendiri Nahdlatul Ulama.

Hasil Muktamar akan menjadi pijakan penting bagi keberlanjutan program organisasi, termasuk agenda transformasi digital yang telah dijalankan PBNU.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Rekomendasi

Terkini

X