Purbaya memastikan reformasi tidak berhenti pada perbaikan administratif semata.
"Saya pastikan ke depan kita perbaiki terus menerus dan perbaikan akan terjadi karena pendekatan kita cukup sistematis."
"Termasuk IT, SDM, serta stick dan carrot yang pas untuk orang yang bekerja di perpajakan," kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Penguatan teknologi informasi dan pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian utama strategi reformasi tersebut.
Penerimaan Pajak Semester Pertama Tumbuh Sangat Tinggi
Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.035,7 triliun.
Angka tersebut meningkat 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Realisasi itu juga setara dengan 43,9 persen target penerimaan pajak dalam APBN 2026.
Capaian tersebut membalikkan tren pertumbuhan negatif yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.
Laju pertumbuhan itu menjadi salah satu indikator awal efektivitas reformasi administrasi perpajakan menurut pemerintah.
PPN dan PPh Menjadi Penopang Kenaikan Penerimaan Negara
Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar.
Penerimaan PPN dan PPnBM mencapai Rp380 triliun atau meningkat 42,2 persen secara tahunan.
Baca Juga: Mengapa KH Yahya Cholil Staquf Kembali Maju Pada Muktamar NU Ke-35? Ini Alasan dan Target Utamanya