ekonomi

IMF Pertahankan Proyeksi Ekonomi Indonesia 5 Persen, Mampukah Target APBN 2026 Tercapai di Tengah Risiko Global

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:49 WIB
Dana Moneter Internasional (IMF) menilai kombinasi perang dan percepatan teknologi AI menjadi faktor utama yang membentuk arah ekonomi global. (Dok. Dola AI)

INFO EKSPRES:

  • IMF mempertahankan outlook ekonomi Indonesia tanpa revisi dalam laporan World Economic Outlook Update Juli 2026.
  • Indonesia diproyeksikan mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibanding rata-rata negara berkembang Asia dan ASEAN-5.
  • Konflik Timur Tengah serta perkembangan AI menjadi dua penentu utama arah ekonomi global versi IMF.

SULBAREKSPRES.COM - Dua kekuatan besar sedang mengguncang ekonomi dunia, tetapi mengapa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia justru tetap bertahan?

Apakah target pemerintah sebesar 5,4 persen masih realistis ketika IMF melihat risiko global semakin meningkat akibat perang dan gejolak rantai pasok?

IMF Pertahankan Proyeksi Ekonomi Indonesia 5 Persen, Namun Target APBN Masih Menjadi Tantangan

Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0 persen pada 2026 meski prospek ekonomi global dibayangi perang di Timur Tengah dan ketidakpastian geopolitik.

Baca Juga: OJK Tegaskan Tak Berhenti Memburu Henry Surya, Penyitaan Aset Jadi Kunci Pemulihan Dana Pemegang Polis

Proyeksi tersebut tercantum dalam laporan World Economic Outlook (WEO) Update: Global Economy in Crosscurrents of War and Technology edisi Juli 2026.

Angka itu tidak berubah dibandingkan proyeksi IMF pada laporan WEO edisi April 2026.

IMF Nilai Ekonomi Indonesia Tetap Lebih Tangguh dari Rata-rata Negara Berkembang Asia

IMF memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,0 persen pada 2026.

Baca Juga: Mengapa Laba BTN Melonjak Lebih dari 54 Persen Saat Industri Perbankan Hadapi Berbagai Tantangan Ekonomi

Lembaga itu juga memproyeksikan pertumbuhan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2027.

Kinerja tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara berkembang Asia yang diperkirakan hanya tumbuh 4,8 persen pada 2026.

Indonesia juga diproyeksikan melampaui rata-rata pertumbuhan ASEAN-5 yang hanya mencapai 4,3 persen tahun ini.

Baca Juga: Brankas Rahasia di Cafe De'Clan Berisi Rp60 Miliar, Polisi Dalami Aliran Dana Dan Kepemilikan Aset Dugaan Korupsi

Namun, proyeksi IMF masih lebih rendah dibandingkan target pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Halaman:

Tags

Terkini