Tambahan Belanja Pemerintah Difokuskan Untuk Subsidi dan Kompensasi Energi Nasional
Belanja negara diproyeksikan mencapai Rp3.942,4 triliun atau sekitar 102,6 persen dari pagu APBN 2026.
Belanja kementerian dan lembaga diperkirakan mencapai Rp1.630,4 triliun atau 107,9 persen dari pagu yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Legenda Samba Paria dari Mandar Kisahkan Gadis Pemberani yang Akhiri Tirani Raja Zalim Demi Keadilan
Sementara itu, belanja nonkementerian dan lembaga diproyeksikan sebesar Rp1.615,1 triliun atau 98,5 persen dari pagu, sedangkan transfer ke daerah diperkirakan mencapai Rp696,9 triliun atau 100,6 persen dari target.
Pemerintah juga mengusulkan tambahan belanja sebesar Rp132 triliun yang diprioritaskan untuk memenuhi kewajiban negara, terutama pembayaran subsidi dan kompensasi energi.
Penerimaan Negara Tetap Tumbuh Meski Pajak Belum Mencapai Target Tahunan
Pendapatan negara diproyeksikan mencapai Rp3.208,1 triliun atau sekitar 101,7 persen dari target APBN 2026.
Baca Juga: Diduga Cemburu, Pemuda di Maros Dikeroyok Mantan Suami Pacar
Namun, penerimaan perpajakan diperkirakan hanya mencapai Rp2.631,4 triliun atau 97,7 persen dari target yang telah ditetapkan.
Rinciannya, penerimaan pajak diproyeksikan sebesar Rp2.310,8 triliun atau 98 persen dari target, sedangkan penerimaan kepabeanan dan cukai diperkirakan mencapai Rp320,6 triliun atau 95,4 persen dari target.
Sebaliknya, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan menjadi penopang utama pendapatan negara dengan realisasi mencapai Rp575,1 triliun atau 125,2 persen dari target APBN 2026.
Baca Juga: Polsek Paleleh Gelar Operasi Pekat Tinombala 2024, Sararannya Miras Hingga Sabung!
Outlook Fiskal Menjadi Acuan Evaluasi Pelaksanaan APBN Sepanjang Tahun Berjalan
Outlook APBN merupakan proyeksi yang digunakan pemerintah untuk mengevaluasi perkembangan pendapatan, belanja, dan pembiayaan negara sebelum tahun anggaran berakhir.
Perubahan proyeksi tersebut mencerminkan dinamika pelaksanaan anggaran sekaligus kebutuhan pendanaan berbagai program prioritas pemerintah.
Meski proyeksi defisit meningkat, pemerintah menegaskan upaya menjaga disiplin fiskal tetap menjadi prioritas.
"Saya yakin kita masih bisa menekan defisit ini ke bawah," tegas Purbaya Yudhi Sadewa.****