SulbarEkspres – Makin panjang, kasus Randi terus jadi sorotan berbagai pihak di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ahli Forensik kebingungan pastikan siapa pembunuh Atrsi-Lael ibu dan anak yang tewas diduga ditangan Randi Badjideh Agustus 2021 lalu.
Ko bisa kebingungan?, emang kenapa dan apa yang terjadi dengan pembunuhan Randi Badjideh?
Baca Juga: Pesan Sekda Sulbar ke OPD: Memiliki Potensi Bisnis!
Baca Juga: Sulbar Bangun Rest Area di Jalur Trans Sulawesi Untuk Berdayakan UMKM!
Baca Juga: Korlantas Polri Ungkap Kunci Sukses Mudik Lebaran 2022
Randi sejak heboh kasusnya sudah menyerahkan diri ke Polda NTT untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kedinya.
Dilansir SulbarEkspres.com dari Victorynews.id, Sidang kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang Astri Manafe dan anaknya Lael Maccabee (Astri dan Lael) kembali digelar di ruang cakra Pengadilan Negeri Kupang, Selasa (14/6/2022).
Sidang kasus Astri dan Lael dengan agenda pemeriksaan ahli foreksi dari Polda NTT dr Edi Syahputra Hasibuan.
Ahli Forensik itu mengaku kesulitan untuk mengidentifikasi secara pasti penyebab kematian dari Astri dan Lael.
Menurut Ahli Forensik itu, sesuai hasil visum dan autopsi terhadap jenazah Astri dan Lael, kedua korban mati lemas akibat pembekapan.
"Kedua korban meninggal akibat kekurangan oksigen yang dapat mengkibatkan seseorang mati lemas," ujarnya.
Selain itu, Ahli Forensik juga menyatakan, dalam pemeriksaanya, ditemukan adanya luka-luka pada Astri dan Lael dan juga bekas bekapan.
"Untuk Astri, malasah luka dimulut itu sesuai hasil autopsi, disimpulkan adahya pembekapan di mulut. Waktu visum hidung sudah tidak ada karena masa pembusukan atau apa saya kurang tahu karena saat diantar sudah tidak ada," bebernya.