Sulbar Ekspres - Peristiwa pembunuhan yang bermula dari seorang suami kebingungan mencari sang istri yang tidak di ketahui keberadaannya bahkan ia sempat melacak menggunakan GPS yang terhubung di ponsel miliknya.
Hasil titik GPS pun di temukan ia berhasil menemukan keberadaan istrinya di TKP yang berada diKavling Nusantara, RT 011/ 0222, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Selasa 28 Februari 2023.
Suami korban memutuskan untuk menghubungi pihak Kepolisian dan didampingi Bimaspol setempat, sehingga proses pencarian dilanjut dengan menelusuri CCTV di sekitar TKP.
Baca Juga: Orang Banjarnegara Kabur, Korban Di Marahi Hingga Sebarkan Foto Di Media Sosial
Baca Juga: Aksi Ricuh Wamena Tewaskan 10 Korban, Akibat Isu Penculikan Anak
Dalam rekaman CCTV tersebut sangat terlihat jelas bahwa korban atas nama Heni Purwaningsih usia 38 tahun dan Yusi berusia 45 tahu memasuki kediaman salah satu rumah pada hari Minggu 26 Februari masuk ke TKP jam 17.02 WIB.
Saat pintu rumah di ketuk tidak ada respon apapun dari sang pemilik sehingga pengurus lingkungan setempat bersama bimaspol dan suami korban sepakat untuk mendobrak pintu rumah.
Namun ketika pintu berhasil terbuka sang pemilik rumah ini yang bernama Permana ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka sayatan pada bagian lengan tepat di nadi sehingga mengakibatkan keluar banyak darah diduga hal ini dilakukan secara sengaja untuk mengakhiri hidup.
Permana di temukan di kamar tengah dalam kondisi sekarat dia juga sempat dilarikan ke rumah sakit tetapi nyawanya tidak tertolong.
Salah satu tempat yang mencuri perhatian warga tepat di bawah tangga terdapat gundukan semen coran memanjang sedangkan dua wanita yang sebelumnya di cari belum terlihat.
"Posisinya tangga itu buat naik untuk jemuran atau apa, ada tangga dibawahnya itu, dibawah tangga itu ada gunduk gundukan coran," tegas salah satu warga.
Cor-coran yang tampak belum kering seutuhnya dengan kondisi tidak rapi serta dibuat seadanya terlihat juga ada ember berisi sehelai pakaian dan kardus paket pengiriman.
Tepat di halaman rumah korban terdapat sisa adukan semen dan batu split yang kondisinya hampir sama dengan cor yang berisi jasad korban.
Diduga, sisa adukan semen itu merupakan bahan yang juga digunakan oleh terduga pelaku untuk mengecor korbannya.