Sulbar Ekspres - Sebuah Peristiwa kerusuhan pecah yang terjadi di Kampung Sapalek, Wamena, Jayawijaya, Papua, pada Kamis 23 Februari 2023 telah memakan korban jiwa akibat isu penculikan anak.
Terkait isu penculikan anak tersebut kemudian merambah hingga menjadi penyerangan kepada aparat kepolisian yang saat itu berupaya menenangkan warga.
Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan ada 18 orang personel TNI dan Polri yang terluka selain itu juga ada 10 orang yang tewas berdasarkan data saat ini 23 orang terluka.
"Jadi 10 korban jiwa ini dua di antaranya merupakan korban dari amukan massa perusuh. Lalu delapan orang lainnya merupakan massa perusuh," bebernya.
Baca Juga: NASIB Tragis Model Hong Kong Abby Choi, Diporoti Hingga Dimutilasi Mantan Suaminya
Baca Juga: Orang Banjarnegara Kabur, Korban Di Marahi Hingga Sebarkan Foto Di Media Sosial
Komnas HAM pun mendorong penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus yang menimbulkan kematian bagi para warga ia juga meminta adanya upaya pemulihan terhadap korban dan keluarga korban.
Beberapa sejumlah toko serta rumah warga hingga kendaraan hangus dibakar hingga saat ini TNI dan Polri masih melakukan pendataan terhadap para korban.
Fakhiri menjelaskan tim gabungan TNI - Polri juga kekinian masih terus melakukan patroli berharap tidak akan ada korban lagi di sekitar pasar Sinakma di berbagai titik di Wamena.
Kapolres Jayawijaya pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya suatu informasi yang belum terkuak kebenarannya.
Apalagi karena hal itu bisa berdampak kepada masyarakat luas dan menyebabkan kerugian bagi diri sendiri serta orang lain.***