Legenda Samba Paria Asal Sulbar Ungkap Perjuangan Gadis Mandar Melawan Raja Kejam demi Keluarga dan Rakyat

photo author
Tim Sulbar Ekspres, Sulbarekspres.com
- Kamis, 16 Juli 2026 | 06:00 WIB
Legenda Samba Paria mengisahkan keberanian seorang gadis Mandar yang melawan raja zalim demi menyelamatkan adiknya dan membebaskan rakyat dari penindasan di Bumi Mandar. (Dok. Kreasi Dola AI)
Legenda Samba Paria mengisahkan keberanian seorang gadis Mandar yang melawan raja zalim demi menyelamatkan adiknya dan membebaskan rakyat dari penindasan di Bumi Mandar. (Dok. Kreasi Dola AI)

Baca Juga: MA Kabulkan Peninjauan Kembali PT Banggai Senteral Sulawesi, Ini Kata Direktur Muda!

Tangis dan permohonan gadis itu tidak mampu meluluhkan hati sang penguasa yang telah dikuasai keserakahan.

Jejak Daun Peria Menjadi Harapan Pertemuan Kakak dengan Sang Adik

Sebelum meninggalkan rumah, Samba Paria memohon izin membawa beberapa lembar daun peria kesayangannya, raja mengabulkan permintaan itu karena menganggapnya tidak berbahaya.

Sepanjang perjalanan menuju istana, Samba Paria merobek daun-daun peria lalu menebarkannya sebagai penanda jalan.

Baca Juga: Warga Tontowea Mengadu ke Gubernur Sulteng Terkait PT SJA Astra Grup Diduga Serobot Lahan Warga!

Ia berharap adiknya memahami jejak itu dan mengetahui ke mana dirinya dibawa, beberapa saat kemudian sang adik pulang dengan tubuh letih serta wadah air yang tetap kosong.

Ia terkejut mendapati rumah sunyi tanpa keberadaan kakaknya, pandangan matanya kemudian tertuju pada sobekan daun peria yang berserakan hingga ke jalan setapak.

Tanpa ragu, anak itu mengikuti jejak tersebut selama dua hari hingga akhirnya tiba di halaman istana, ia memanggil nama kakaknya berulang kali dengan suara yang semakin serak karena kelelahan.

Baca Juga: Pesaing Toyota Hilux 2025, Audi Punya Pic Up Double Gardan dengan Wujud Barunya-Masuk Indonesia?

Namun raja menyembunyikan Samba Paria di dalam kamar agar keduanya tidak dapat bertemu.

Bahkan ketika sang adik meminta melihat wajah, tangan, dan kaki kakaknya, raja hanya mempermainkannya menggunakan seekor kucing.

Dengan hati remuk, anak itu menanam sebatang pohon kelor di depan istana.

Baca Juga: Dacia Bigster Jadi Pesaing Toyota Fortuner Tahun Depan, SUV Jantan Masuk Indonesia?

"Jika pohon ini layu, berarti aku sakit. Jika mati, berarti aku telah tiada," katanya sebelum pulang, dari balik jendela kamar, Samba Paria menangis tanpa mampu menjawab panggilan adiknya.

Samba Paria Melawan Kezaliman Demi Menyelamatkan Keluarga dan Seluruh Negeri

Hari-hari di istana berlalu tanpa kebahagiaan karena Samba Paria terus memikirkan adiknya yang hidup seorang diri di tengah hutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X