Rakyat semakin miskin meski hidup di negeri yang kaya akan hasil bumi dan perdagangan, siapa pun yang berani menentang kebijakan tersebut akan ditangkap, dihukum berat, bahkan dijatuhi hukuman mati.
Ketakutan menyelimuti seluruh negeri hingga banyak keluarga memilih melarikan diri menggunakan perahu menuju negeri lain.
Baca Juga: Arahan Presiden Jelas Berantas Tambang Ilegal, Kapolda Sulteng Tegas Tekakan Hukum Bagi Pelaku!
Sayangnya, tidak sedikit perahu tenggelam diterjang gelombang besar Laut Mandar sebelum mencapai tujuan.
Kezaliman raja juga tampak dari kebiasaannya mengambil gadis-gadis cantik untuk dijadikan permaisuri tanpa memedulikan kehendak mereka.
Meski telah memiliki tiga belas permaisuri, ia masih berambisi mengumpulkan empat puluh permaisuri sebagai lambang kesaktiannya.
Baca Juga: Polsek Paleleh Gelar Operasi Pekat Tinombala 2024, Sararannya Miras Hingga Sabung!
Ramalan Seorang Nenek Bijaksana Mengubah Harapan Seluruh Penduduk Negeri
Di sebuah kampung lereng gunung tinggal seorang nenek yang dikenal bijaksana dan mampu membaca pertanda masa depan.
Banyak warga mendatanginya untuk meminta nasihat ketika harapan mereka mulai memudar akibat kekejaman sang raja, suatu hari sang nenek menyampaikan ramalan yang segera menyebar ke seluruh pelosok Bumi Mandar.
Menurut ramalannya, seorang gadis muda dari kalangan rakyat biasa akan mengakhiri kekuasaan raja yang zalim, ucapan itu menjadi secercah harapan bagi rakyat yang selama bertahun-tahun hidup dalam ketakutan.
Baca Juga: Himbauan Kamtibmas Kapolres Morowali Utara Selama Pilkada 2024!
Sementara itu, tanpa diketahui siapa pun, sang raja justru mengalami mimpi yang mengusik pikirannya, dalam mimpi tersebut ia menemukan bunga yang sangat harum di tengah hutan tempatnya biasa berburu.
Seorang ahli nujum kerajaan menafsirkan bahwa bunga itu melambangkan seorang gadis cantik yang kelak menjadi permaisurinya.
Namun, sang ahli nujum juga memperingatkan bahwa gadis tersebut memiliki kekuatan yang kelak dapat menjadi ancaman bagi raja.
Baca Juga: PT SJA 1 Akan Lepas Lahan Untuk Warga Transmigrasi Desa Tontowea, Cek Jumlah Luasannya!
Artikel Terkait
KPK Buka Peluang Sita Dugaan Uang Rp100 Juta kepada Gus Miftah Jika Terbukti Berasal dari Korupsi DJKA
Coretax Jadi Senjata DJP Menjaga Penerimaan PPN di Tengah Melemahnya Konsumsi, Apa Dampaknya Bagi APBN
Fakta RUU Perampasan Aset Menurut Habiburokhman, DPR Sebut Skema Baru Membuat Pembahasan Regulasi Lebih Cepat
Menhut Raja Juli Antoni menjadi sorotan setelah melaporkan dan mengembalikan amplop, sementara KPK menyita SGD12 ribu dalam penyidikan dugaan gratifik
Richard Lee Sebut Penghentian Obat Keras Berisiko, Hakim Minta Dokumen Medis Sebelum Ambil Keputusan Penahanan
Mengapa KH Yahya Cholil Staquf Kembali Maju Pada Muktamar NU Ke-35? Ini Alasan dan Target Utamanya
Mengapa FBI Ikut dalam Kasus Febrie Adriansyah, Polri Jelaskan Pemeriksaan Dolar AS dan Barang Bukti Korupsi
SapuLangit Media Dorong Literasi Budaya Lewat Rubrik Cerita Rakyat yang Angkat Legenda Lokal dari Berbagai Daerah
Stimulus Rp110,7 Triliun dan APBN 2025 Diklaim Jaga Daya Beli, Seberapa Besar Dampaknya Bagi Masyarakat
Mengapa Isu Aisyah Zakiyyah dan Dody Hanggodo Ramai Dibahas? Simak Fakta Lengkap Pengangkatan Komisaris PT PP