SulbarEkperes- Kejadian yang menewaskan Brigadir J (Nofriyansah Yosua Hutabarat) perlahan namun pasti mulai terungkap, Polri hingga kini masih terus mendalami khasus itu.
Pengakuan Bharada (E) yang sangat mengejutkan publik, bahwasanya tidak ada insiden tembak menembak seperti yang sebelumnya diberitakan.
Namun setelah di usut oleh Timsus dari Polri, ternyata benar jika Brigadir (J) tewas dibunuh bukan lantaran diduga melakukan pelecehan terhadap istri dari Ferdy Sambo kemudian melawan.\
Baca Juga: Kisa Jokowi Copot Kapolri, Tunjuk Mantan Kapolda Sulteng Jadi PLT, Begini Kisahnya!
Baca Juga: Ditekuk 0-1 oleh Barcelona, Real Madrid dan Carlo Ancelotti Dapat Peringatan
Publik pun menuduh jika Ferdy Sambo lah yang diduga menjadi otak pembunuhan keji itu, bahkan publik terus menuntut kepada Polri untuk secepatnya mengadili sang Jendral.
Tuduhan publik itu tentu saja sangat masuk di akal, karena banyak kejanggalan disana sini yang menyelimuti atas khasus tewasnya Brigadir (J) beberapa waktu lalu.
Jika benar Ferdy Sambo adalah otak pembunuhan itu maka ancaman hukumanya tidak main-main mulai dari Hukuman Mati, Hukuman Seumur Hidup bahkan Hukuman Selama-lamanya.
Tak tanggung-tanggung publik yang simpati dengan Brigadir (J) bahkan menyebut, jika sang Jendral itu tidak dihukum berat maka publiklah yang akan menghukumnya.
Cara biadadap yang di lakukan untuk menghilangkan nyawa Brigadir (J), dinliai sangat tidak manusiawi, bagimana sang Brigadir dihabisi tanpa perlawanan sama sekali.
Hal itu juga yang membuat publik geram dan sangat mengutuk tindakan itu, sampai saat ini Ferdy Sambo dan komplotanya masih terus diperiksa oleh Polri.***