INFO EKSPRES:
- PBNU memasuki tahapan menuju Muktamar NU ke-35 dengan kepastian Gus Yahya kembali mencalonkan diri.
- Agenda penyempurnaan sistem manajemen digital menjadi fokus utama yang ingin dilanjutkan pada periode berikutnya.
- Forum Muktamar akan menentukan kepemimpinan PBNU sekaligus arah kebijakan organisasi lima tahun mendatang.
SULBAREKSPRES.COM - Apa yang menjadi bekal utama Gus Yahya untuk kembali memimpin PBNU?
Mengapa agenda transformasi digital menjadi salah satu isu penting menjelang Muktamar NU ke-35 di Jombang?
Gus Yahya Pastikan Kembali Bertarung dalam Muktamar Nahdlatul Ulama
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf menyatakan siap kembali maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Juli 2026.
Keputusan tersebut menjadi salah satu perkembangan penting menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
"Saya memang hendak menyalonkan lagi karena pertama saya ingin menyelesaikan agenda-agenda yang sudah saya bangun."
"Dan saya sekarang lebih mengerti tentang bagaimana menyempurnakan capaian-capaian yang sudah berhasil diperoleh ini," ujar KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU.
Transformasi Digital Menjadi Salah Satu Modal Kepemimpinan Berikutnya
Selama memimpin PBNU, Gus Yahya menyebut penguatan sistem manajemen digital sebagai salah satu program utama organisasi.
Sistem tersebut telah diterapkan hingga kepengurusan cabang dan sebagian Majelis Wakil Cabang.
"Dan ini sudah dinikmati sampai ke tingkat cabang dan sebagian MWC yaitu kepengurusan di tingkat kecamatan," kata KH Yahya Cholil Staquf.