hukum-dan-kriminal

Mengapa FBI Ikut dalam Kasus Febrie Adriansyah, Polri Jelaskan Pemeriksaan Dolar AS dan Barang Bukti Korupsi

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:38 WIB
Mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, menjadi sorotan setelah polisi menyita uang tunai berbagai mata uang serta puluhan kilogram emas batangan. (Dok. kejaksaan.go.id)

INFO EKSPRES:

  • FBI dan Secret Service hadir untuk mendukung verifikasi barang bukti mata uang asing dalam penyidikan kasus korupsi.
  • Total nilai uang tunai dan emas sitaan diperkirakan mencapai sekitar Rp476 miliar dari beberapa lokasi penggeledahan.
  • Penyidik memperluas penanganan perkara dengan menelusuri dugaan pencucian uang terkait aset yang disita.

SULBAREKSPRES.COM - Benarkah FBI dan Secret Service AS ikut mengusut kasus korupsi yang menjerat eks Jampidsus Febrie Adriansyah?

Apa sebenarnya peran lembaga penegak hukum Amerika Serikat itu dalam penyidikan yang menyita uang ratusan miliar rupiah dan puluhan kilogram emas?

FBI dan Secret Service Fokus Verifikasi Barang Bukti Mata Uang Asing

Ramainya perbincangan di media sosial mengenai keterlibatan Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Secret Service Amerika Serikat dalam perkara korupsi eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memunculkan berbagai spekulasi.

Baca Juga: Mengapa KH Yahya Cholil Staquf Kembali Maju Pada Muktamar NU Ke-35? Ini Alasan dan Target Utamanya

Faktanya, Polda Metro Jaya menjelaskan kehadiran pihak Amerika Serikat berkaitan dengan pemeriksaan keaslian mata uang asing yang disita penyidik.

Pemeriksaan tersebut dilakukan karena barang bukti mencakup Dolar AS, Dolar Singapura, rupiah, hingga emas batangan dalam jumlah besar.

Polda Metro Jaya Libatkan Berbagai Institusi untuk Uji Keaslian Uang

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan pemeriksaan melibatkan sejumlah institusi sesuai kewenangannya.

Baca Juga: Richard Lee Sebut Penghentian Obat Keras Berisiko, Hakim Minta Dokumen Medis Sebelum Ambil Keputusan Penahanan

"Ini ada uang US dollar, Singapore dollar, Rupiah, termasuk emas batangan," kata Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, Senin, 13 Juli 2026.

"Nanti akan dilakukan uji terkait tentang Singapore dollar, US dollar dari FBI dan Kedutaan Amerika, termasuk dari Kedutaan Singapura dan Bank Indonesia," ujar Budi Hermanto.

Keterangan tersebut menunjukkan keterlibatan FBI dan Kedutaan Besar Amerika Serikat berfokus pada verifikasi keaslian mata uang asing sebagai barang bukti.

Baca Juga: Menhut Raja Juli Antoni menjadi sorotan setelah melaporkan dan mengembalikan amplop, sementara KPK menyita SGD12 ribu dalam penyidikan dugaan gratifik

Penyidik Sita Uang dan Emas Bernilai Ratusan Miliar Rupiah

Barang bukti berasal dari sejumlah lokasi penggeledahan yang dilakukan penyidik dalam tiga perkara korupsi.

Halaman:

Tags

Terkini