INFO EKSPRES:
- Mendag Budi Santoso menyatakan SPHP pakan diperpanjang hingga Desember 2026 untuk membantu peternak mendapatkan pakan terjangkau.
- Pemerintah mengandalkan MBG untuk meningkatkan penyerapan telur dan daging ayam produksi peternak.
- Kemendag mempertemukan pelaku usaha antarwilayah guna mengalirkan pasokan dari daerah surplus ke wilayah yang membutuhkan.
SULBAREKSPRES.COM - Mengapa harga telur dan daging ayam masih tertekan di tingkat peternak ketika harga yang dibayar konsumen relatif tinggi?
Bisakah perpanjangan SPHP pakan, penyerapan MBG, dan distribusi antardaerah menjadi solusi agar produksi peternak kembali terserap?
Harga Peternak Tertekan, Pemerintah Siapkan Tiga Jalur Penyerapan
Pemerintah mengintensifkan sejumlah langkah untuk mengatasi rendahnya harga telur dan daging ayam di tingkat peternak.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah memperpanjang program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pakan hingga Desember 2026.
Kebijakan tersebut ditujukan agar peternak memperoleh pakan dengan harga lebih terjangkau sekaligus membantu menekan biaya produksi.
Di sisi permintaan, pemerintah mengandalkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu saluran penyerapan telur dan daging ayam.
“SPHP ini sangat membantu atau MBG sangat membantu untuk penyerapan produk-produk telur dan daging (ayam),” kata Budi Santoso, Menteri Perdagangan, Rabu, (12/08/2026).
MBG Diharapkan Menjadi Mesin Baru Penyerapan Produk Peternak
Menurut Budi, penyerapan melalui MBG dinilai penting ketika harga produk peternakan masih menghadapi tekanan di tingkat produsen.
Program tersebut diharapkan memperluas permintaan sehingga telur dan daging ayam produksi peternak dapat terserap lebih banyak.
Konteks ini sebelumnya terlihat ketika operasional MBG sempat berhenti selama libur sekolah dan permintaan unggas ikut melemah.
Badan Pangan Nasional sebelumnya juga mencatat harga telur tingkat peternak mulai bergerak setelah MBG kembali berjalan pada Juli 2026.