Dengan pengajuan calon tunggal, keputusan akhir mengenai posisi Gubernur BI kini memasuki tahapan parlemen setelah sebelumnya berada pada fase transisi.
Satu Nama Deputi Senior Masih Dirahasiakan Pemerintah
Selain Destry, Surpres Presiden Prabowo juga memuat satu calon untuk mengisi posisi Deputi Gubernur Senior BI yang ditinggalkan Destry.
Prasetyo memastikan sosok tersebut merupakan calon tunggal, tetapi pemerintah belum mengungkap identitasnya kepada publik.
“Surpres itu berisi dua nama, satu nama lainnya adalah calon tunggal yang diajukan untuk menduduki posisi yang ditinggalkan Destry,” ujar Prasetyo.
Keputusan tersebut membuat proses pergantian pimpinan BI berlangsung bersamaan dengan penataan posisi strategis dalam Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Destry sendiri telah menjabat Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019 dan kembali ditetapkan untuk periode 2024-2029.
Profil Destry Membawa Pengalaman Ekonomi Dan Keuangan
Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963 dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia.
Ia kemudian meraih gelar Master of Science bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat.
Sebelum bergabung dengan BI, Destry memiliki pengalaman sebagai ekonom, peneliti, pengajar, serta anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan.
Bank Indonesia memiliki mandat menjaga stabilitas nilai rupiah, stabilitas sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan.
Saat ini, BI mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen berdasarkan keputusan Rapat Dewan Gubernur pada 21-22 Juli 2026.
Pengajuan Destry karena itu menempatkan proses pergantian Gubernur BI dalam konteks pentingnya kesinambungan kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi nasional.****