ekonomi

Pailit PT DPS Jadi Momentum Pembenahan bagi Industri Galangan Kapal Nasional, Ini Respons Para Pengusaha

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:16 WIB
Pailitnya korporasi Dok dan Perkapalan Surabaya memicu perhatian pelaku industri yang meminta pemerintah memperkuat industri galangan kapal nasional melalui kebijakan berkelanjutan. (Instagram.com @dok_sby1910)

IPERINDO Ingatkan Ancaman Hilangnya Kapasitas Industri Perkapalan Nasional

Ketua Umum IPERINDO Anita Puji Utami mengatakan pailitnya DPS berdampak luas terhadap ekosistem industri nasional.

Menurut Anita, Indonesia berpotensi kehilangan keahlian tenaga kerja, kapasitas produksi, dan rantai pasok industri perkapalan.

Baca Juga: SapuLangit Media Dorong Literasi Budaya Lewat Rubrik Cerita Rakyat yang Angkat Legenda Lokal dari Berbagai Daerah

"Hilangnya salah satu galangan bersejarah bukan hanya persoalan satu korporasi, tetapi juga menyangkut hilangnya kapasitas industri," ujar Anita Puji Utami.

Ia meminta pemerintah memperkuat pembiayaan, insentif fiskal, serta konsistensi BUMN menggunakan galangan kapal dalam negeri.

Anita juga menyoroti sejumlah negara Asia Tenggara telah memberikan insentif yang meningkatkan daya saing industri mereka.

Baca Juga: Mengapa KH Yahya Cholil Staquf Kembali Maju Pada Muktamar NU Ke-35? Ini Alasan dan Target Utamanya

Danantara Pastikan Aset DPS Akan Bergabung Dengan PT PAL

Chief Operating Officer Danantara Dony memastikan aset DPS akan diambil untuk dikonsolidasikan ke PT PAL.

Menurut Dony, mekanisme pascapailit membuat proses pengambilalihan aset menjadi lebih efisien.

"Asetnya akan kita ambil," kata Dony.

Baca Juga: Richard Lee Sebut Penghentian Obat Keras Berisiko, Hakim Minta Dokumen Medis Sebelum Ambil Keputusan Penahanan

Langkah konsolidasi tersebut diharapkan menjaga aset strategis industri galangan kapal tetap produktif.

Kasus DPS kini menjadi momentum evaluasi terhadap kebijakan industri maritim agar mampu bersaing di tingkat regional maupun global.****

Halaman:

Tags

Terkini