ekonomi

Pailit PT DPS Jadi Momentum Pembenahan bagi Industri Galangan Kapal Nasional, Ini Respons Para Pengusaha

Kamis, 16 Juli 2026 | 08:16 WIB
Pailitnya korporasi Dok dan Perkapalan Surabaya memicu perhatian pelaku industri yang meminta pemerintah memperkuat industri galangan kapal nasional melalui kebijakan berkelanjutan. (Instagram.com @dok_sby1910)

INFO EKSPRES:

  • Pailitnya DPS memunculkan dorongan mempercepat reformasi kebijakan industri galangan kapal di Indonesia.
  • Pengusaha meminta konsistensi pemerintah dan BUMN dalam memprioritaskan pembangunan kapal di dalam negeri.
  • Danantara menilai pengambilalihan aset DPS merupakan langkah paling efisien untuk mendukung konsolidasi bersama PT PAL.

SULBAREKSPRES.COM - Bisakah industri galangan kapal Indonesia bangkit setelah kehilangan salah satu korporasi tertuanya?

Mengapa pelaku industri justru melihat pailitnya DPS sebagai momentum memperbaiki kebijakan maritim nasional?

Pailit Dok dan Perkapalan Surabaya Jadi Titik Balik, Industri Minta Reformasi Kebijakan Galangan Kapal

Pailitnya PT Dok dan Perkapalan Surabaya menjadi perhatian serius pelaku industri pelayaran Indonesia.

Baca Juga: Legenda Samba Paria Asal Sulbar Ungkap Perjuangan Gadis Mandar Melawan Raja Kejam demi Keluarga dan Rakyat

Korporasi BUMN tersebut telah beroperasi selama sekitar 116 tahun sebelum dinyatakan pailit pada awal Juli 2026.

Peristiwa itu memunculkan kekhawatiran terhadap masa depan industri galangan kapal nasional.

Pelaku Industri Desak Kebijakan Lebih Konsisten dan Berkelanjutan Nasional

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto menilai pemerintah perlu memperkuat kebijakan yang berpihak kepada industri galangan kapal.

Baca Juga: Mengapa Isu Aisyah Zakiyyah dan Dody Hanggodo Ramai Dibahas? Simak Fakta Lengkap Pengangkatan Komisaris PT PP

Menurutnya, galangan kapal merupakan fondasi penting dalam mendukung logistik nasional sekaligus memperkuat kedaulatan maritim Indonesia.

"Dinamika yang dihadapi DPS menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan nasional dalam membangun industri galangan kapal yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan," kata Carmelita Hartoto.

Ia menjelaskan industri galangan menghadapi tantangan besar karena membutuhkan investasi tinggi dan waktu pengembalian modal yang panjang.

Baca Juga: Stimulus Rp110,7 Triliun dan APBN 2025 Diklaim Jaga Daya Beli, Seberapa Besar Dampaknya Bagi Masyarakat

Carmelita juga menilai implementasi kebijakan menjadi tantangan utama setelah adanya komitmen pemerintah.

Halaman:

Tags

Terkini