"Di sektor PPN yang tumbuh bagus itu pembelian beberapa bahan baku impor di industri-industri seperti industri tekstil, industri petrokimia, kemudian juga industri yang terkait dengan makan ternak dan sebagainya," ujar Bimo Wijayanto.
Bimo berharap peningkatan input industri akan diikuti kenaikan produksi pada triwulan III dan IV tahun ini.
"Saya lihat semuanya bagus dari sisi input PPN impor. Jadi kita berharap dengan adanya input yang bagus, maka produksinya juga bakal bagus di triwulan III dan IV 2026," katanya.
Data Konsumsi Menunjukkan Masyarakat Masih Bersikap Hati Hati Berbelanja
Bank Indonesia memperkirakan Indeks Penjualan Riil Juni 2026 turun menjadi 221,6 dibandingkan Mei yang sebesar 223,4.
Penjualan eceran secara tahunan juga mengalami kontraksi 4,4 persen yang lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya.
Indeks Keyakinan Konsumen turun menjadi 117,8 dari 120,9 sehingga mencerminkan optimisme yang mulai melemah meski tetap berada di zona positif.
Transformasi Digital Pajak Diharapkan Menopang Target Penerimaan Hingga Akhir Tahun
Selain memperkuat pengawasan, DJP terus memperluas basis pajak dengan memanfaatkan data ekonomi yang semakin terintegrasi.
Baca Juga: Celine Evangelista Pastikan PublikRumah Dibeli Sejak 2018 dan Bantah Isu Hubungan dengan Jaksa Agung
Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan efektivitas administrasi perpajakan tanpa menambah tekanan ketika ekonomi masih melambat.
Prospek penerimaan PPN pada semester II-2026 kini sangat bergantung pada pemulihan aktivitas produksi dan konsumsi nasional.****