INFO EKSPRES:
- Belanja negara tumbuh 17,8 persen menjadi Rp1.656 triliun, didorong peningkatan belanja pemerintah pusat.
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kondisi APBN semester I lebih baik dibanding kuartal pertama 2026.
- Pemerintah optimistis defisit APBN hingga akhir tahun tetap berada di bawah batas aman sesuai ketentuan fiskal.
SULBAREKSPRES.COM - Apakah lonjakan belanja negara menjadi ancaman bagi kesehatan APBN tahun ini?
Mengapa pemerintah justru semakin percaya diri bahwa defisit anggaran tetap aman meski mencapai Rp196,5 triliun pada pertengahan 2026?
Pendapatan Negara Melonjak, Defisit APBN Semester I Tetap di Bawah Target Pemerintah
Pemerintah melaporkan pendapatan negara semester pertama 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun.
Nilai tersebut meningkat 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan penerimaan menjadi salah satu faktor yang memperkuat posisi APBN.
Menurut pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan perbaikan administrasi perpajakan menjadi pendorong utama.
Kinerja tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR.
Belanja Negara Tumbuh Sejalan Dengan Program Pemerintah Pusat
Belanja negara semester pertama mencapai Rp1.656 triliun.
Angka tersebut meningkat 17,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Celine Evangelista Pastikan PublikRumah Dibeli Sejak 2018 dan Bantah Isu Hubungan dengan Jaksa Agung
Belanja pemerintah pusat bahkan tumbuh 29,4 persen secara tahunan.