ekonomi

Mengapa Agrinas Dipercaya Kelola Sawit 400 Ribu Hektare untuk Mendukung Target Swasembada Pangan dan Energi

Jumat, 10 Juli 2026 | 20:52 WIB
Agrinas mempercepat pembenahan organisasi, tenaga kerja, dan sistem pemasaran untuk meningkatkan produksi tandan buah segar serta CPO. (Dok. Kreasi Dola AI)

INFO EKSPRES:

  • Lahan yang dikelola berasal dari putusan pengadilan, aset sitaan, dan penertiban kawasan hutan secara bertahap.
  • Kinerja produksi belum memenuhi target RKAP, namun tren operasional mulai menunjukkan perbaikan.
  • Agrinas mendapat tugas mengembangkan sawit, kedelai, jagung, dan singkong dalam skala ratusan ribu hektare.

SULBAREKSPRES.COM - Mampukah PT Agrinas Palma Nusantara meningkatkan produksi sawit ketika target operasional masih tertinggal dari rencana bisnis perusahaan?

Bagaimana korporasi menjalankan mandat baru pemerintah mengembangkan jutaan hektare lahan untuk mendukung swasembada pangan sekaligus energi nasional?

Agrinas Terima Mandat Strategis Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

PT Agrinas Palma Nusantara memperoleh penugasan baru dari pemerintah untuk memperluas perkebunan sawit seluas 400 ribu hektare.

Baca Juga: Harga CPO Berpotensi Menguat Lewat Implementasi B50, GAPKI Ingatkan Risiko Kenaikan Pungutan Ekspor

Mandat tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat swasembada pangan dan energi melalui pengembangan komoditas pertanian dan energi terbarukan.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan penugasan itu diberikan melalui Menteri Pertanian.

"Kami juga dalam rangka swasembada pangan dan energi diberi tugas untuk memperluas kebun sawit 400 ribu hektare," ujar Mohammad Abdul Ghani, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin.

Baca Juga: Biodiesel B50 Jadi Strategi Baru Mengoptimalkan Sawit Demi Ketahanan Energi dan Pertumbuhan Ekonomi

Selain sawit, Agrinas juga mendapat tugas mengembangkan kedelai seluas 400 ribu hektare, singkong 300 ribu hektare, dan jagung 250 ribu hektare.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyediakan bahan baku energi nabati di dalam negeri.

Pengembangan Energi Nabati Menjadi Bagian Strategi Hilirisasi Agrinas ke Depan

Agrinas tidak hanya berfokus pada perluasan areal tanam, tetapi juga menyiapkan pengembangan industri pengolahan.

Baca Juga: Krisis PT Gunbuster Nickel Industry GNI Berlanjut, PHK 1.800 Pekerja Diiringi Harapan Investor Baru Segera Masuk

Korporasi akan mereaktivasi fasilitas produksi biodiesel di Rengat yang ditargetkan beroperasi kembali pada akhir tahun depan.

Agrinas juga merencanakan pembangunan pabrik pengolahan singkong menjadi bioetanol untuk memperkuat pasokan energi terbarukan.

Halaman:

Tags

Terkini