INFO EKSPRES :
- BTN optimistis sinergi dalam ekosistem Danantara memperkuat daya saing serta mendukung ekspansi bisnis jangka panjang.
- Laba operasional BTN meningkat 58,37 persen menjadi Rp2,39 triliun hingga Mei 2026 berkat transformasi yang konsisten.
- Integrasi dengan Danantara disebut menjadi katalis percepatan modernisasi, efisiensi, dan penguatan struktur permodalan BTN.
SULBAREKSPRES.COM - Apa yang membuat BTN mampu mencetak pertumbuhan laba jauh di atas rata-rata ketika industri perbankan menghadapi tantangan likuiditas?
Seberapa besar kontribusi transformasi digital dan Danantara terhadap percepatan kinerja korporasi tersebut?
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menunjukkan akselerasi kinerja hingga Mei 2026 dengan membukukan laba bersih konsolidasi Rp1,85 triliun.
Atau tumbuh 54,37 persen secara tahunan, seiring meningkatnya pendapatan bunga, ekspansi kredit, serta transformasi bisnis yang terus diperkuat.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menilai hasil tersebut mencerminkan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan perseroan.
"Transformasi yang kami jalankan mulai memberikan hasil nyata, terutama dengan dukungan penuh dari ekosistem Danantara," kata Nixon LP Napitupulu.
Pendapatan Bunga Bersih Menjadi Motor Pertumbuhan Kinerja Keuangan BTN
Pendapatan bunga bersih BTN mencapai Rp7,13 triliun hingga Mei 2026 atau meningkat 15,15 persen secara tahunan.
Laba operasional melonjak menjadi Rp2,39 triliun, sedangkan PPOP mencapai Rp3,98 triliun.
Kenaikan indikator tersebut memperlihatkan peningkatan efisiensi sekaligus penguatan profitabilitas operasional perseroan.
Pertumbuhan Kredit dan Simpanan Mendorong Fundamental Korporasi Semakin Solid
Kredit dan pembiayaan konsolidasi BTN meningkat menjadi Rp403,06 triliun atau naik hampir 10 persen dibandingkan tahun lalu.
Dana pihak ketiga juga tumbuh menjadi Rp433,95 triliun sehingga mendukung kebutuhan likuiditas korporasi.