Terjadi Lagi Bocah Keracunan Chiki ngebul di Sleman, Perlu di waspadai terhadap orang tua

photo author
Azad Fahrudin, Sulbarekspres.com
- Rabu, 18 Januari 2023 | 11:57 WIB
Terjadi Lagi Bocah Keracunan Chiki ngebul di Sleman, Perlu di waspadai terhadap orang tua. Foto: Istimewa
Terjadi Lagi Bocah Keracunan Chiki ngebul di Sleman, Perlu di waspadai terhadap orang tua. Foto: Istimewa

Sulbar Ekspres -  Akhir- akhir ini Sudah viral persoalan jajanan Chiki Ngebul,Akan tetapi masyarakat masih ada yang belum paham permasalahan jajanan tersebut.

Kini terjadi lagi dua bocah di Kabupaten Sleman mengalami keracunan (Ciki Ngebul). Dua bocah tersebut berada di Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah Sleman. Dua anak ini masing-masing berusia 5 dan 7 tahun.

Baca Juga: Kiai Jember, pengasuh Ponpes Al Djaliel 2 Jember Muhammad Fahim Mawardi resmi ditahan polisi.

Baca Juga: Akhir nya Tahun 2023 di tetap kan Hari Libur

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Jumat 14 Januari 2023.Kustini menuturkan peristiwa tersebut terjadi pada Senin 9 Januari 2023.

Kustini mengatakan, dua bocah tersebut mengalami demam, pusing dan muntah. Setelah ditelusuri ternyata pasar malam sebelumnya mereka membeli jajanan terebut pada acara kesenian di Berbah.

"Anaknya seneng aja. Dan orangtuanya tidak tahu bahayanya," kata dia.

Awalnya orangtua mengira jika gejala mual dan muntah tersebut adalah masuk angin. Tetapi orangtuanya khawatir karena kemudian kedua anak ini muntah berwarna kuning dan hijau. Keduanya lantas dibawa ke Puskesmas Berbah.

Dari hasil pemeriksaan didapati jumlah leukosit sebanyak 14.000. Kemudian petugas kesehatan memberikan tindakan yang diperlukan. Dan setelah mendapatkan perawatan kini kondisi dua anak tersebut berangsur membaik.

"Dua anak itu sudah dapat beraktivitas kembali," terang dia.

Setelah itu, pihak Puskesmas juga melakukan pemeriksaan kepada teman dan kakaknya sebab mereka juga mengonsumsi cikbul. Namun mereka tidak mengalami gejala seperti dua anak sebelumnya.

"Alhamdulilah, kondisi dua anak ini sekarang sudah baik dan bisa aktivitas lagi," terang Kustini.

Menindak lanjuti temuan kasus tersebut, Kustini meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi tentang kewaspadaan dini bagi masyarakat, sekolah dan pelaku usaha.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Azad Fahrudin

Tags

Rekomendasi

Terkini

KPK OTT Bupati Kepulauan Meranti!

Jumat, 7 April 2023 | 15:12 WIB
X