Angka Kematian Anak di Indonesia Meningkat, Kemenkes: Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Kematian Akibat Infeksi

photo author
I Gde Evander Paridjono, Sulbarekspres.com
- Jumat, 21 Oktober 2022 | 15:21 WIB
Menteri Kesehatan RI  menghadiri Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia . Cuci tangan pakai sabun dapat mencegah infeksi saluran pencernaan pada anak-anak (pic/kemenkes)
Menteri Kesehatan RI menghadiri Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia . Cuci tangan pakai sabun dapat mencegah infeksi saluran pencernaan pada anak-anak (pic/kemenkes)

SulbarEkspres – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan cuci tangan pakai sabun dapat mencegah penularan infeksi dan menurunkan angka kematian anak.

Pernyataan tersebut dijelaskan Menkes Budi ketika menghadiri Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) di Jakarta, Senin (17/10).

Baca Juga: PERINGATAN! Gagal Ginjal Akut Misterius Merebak, Orang Tua Diminta Waspada

Baca Juga: Gangguan Ginjal Akut Misterius Semakin Meningkat, Kemenkes : Apotek Setop Jual Obat Sirup

Kegiatan cuci tangan pakai sabun ini, menurutnya, dinilai lebih efektif dalam mencegah penularan infeksi masuk ke dalam mulut melalui tangan.

Menkes Budi meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa meningkatkan kebersihan lingkungan di tempat tinggalnya.

Mulai dari lingkungan terkecil di keluarga kemudian juga ke masyarakat di mana kita berada.

Menurutnya, sidaj menjadi tugas seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan program kesehatan menjadi gerakan bersama.

Menkes budi berharap melalui keterlibatan berbagai organisasi masyarakat, organisasi wanita akan muncul suatu gerakan menyehatkan bangsa yang dimulai dari keluarga.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan cuci tangan pakai sabun saat ini menjadi salah satu fokus utama dari program nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia.

Hari cuci tangan pakai sabun ini menjadi momentum penting dalam melaksanakan kampanye dan advokasi pentingnya pencapaian target CTPS 100% secara nasional, dan menjadi kebiasaan untuk mengubah perilaku masyarakat.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Reno Wijaya

Sumber: Kemenkes.go.id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X