SulbarEkspres – Polri memastikan CCTV Stadion Kanjuruhan tidak ada yang dihapus.
Hal ini sekaligus meluruskan pernyataan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang menyebut ada rekaman terhapus gara-gara gangguan internet.
Baca Juga: Bocah 12 Tahun Ditikam Hingga Tewas, Ternyata Ini Motif Pelaku
Baca Juga: Presiden FIFA Bertemu Jokowi, Siap Siap Transformasi Sepakbola Besar Besaran di Indonesia
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan kepastian tidak ada rekaman CCTV Stadion Kanjuruhan juga sempat disampaikan oleh Komnas HAM.
"Itu sudah clear, tidak ada yang dihapus. Kan Cak Anam (Choirul Anam, Komisioner Komnas HAM) sudah sampaikan," ujarnya.
Berdasarkan hasil investigasi sementara dari Komnas HAM ditemukan fakta bahwa tidak ada rekaman CCTV di Stadion Kanjuruhan yang dihapus.
Hal tersebut usai dilakukan pendalaman kepada teknisi dan pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang.
"Apakah ada tidak terlihat atau terhapus? Kami lihat itu semuanya ada, jadi tidak ada yang terhapus," ungkap Komisioner Komnas HAM RI M Choirul Anam dalam siaran persnya.
Walaupun tidak ada yang terhapus, Anam mengakui ditemukan permasalahan teknis terhadap 16 titik CCTV yang mengarah pada lokasi parkir yang disebut blank atau tidak ada rekamannya.
"Dikatakan memang ada problem teknis terkait kamera, ada pergantian kamera sejak hari Jumat oleh teknisinya. Cuma setting dari CCTV tersebut belum selesai sampai hari H pertandingan," tuturnya.
"Sehingga ketika merekam peristiwa kadang-kadang bisa, kadang-kadang tidak. Karena itu ada sinkronisasi IT dan sebagainya, secara teknis itu jadi persoalan," tandasnya.
Tragedi berdarah tersebut menarik perhatian banyak pihak termasuk Presiden Indonesia.
Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan akan meruntuhkan Stadion Kanjuruhan setelah tragedi maut yang terjadi di stadion tersebut.