INFO EKSPRES:
- Michael Bambang Hartono wafat pada Kamis, 19 Maret 2026 di Singapura pada usia 86 tahun.
- Grup Djarum mengonfirmasi Michael meninggal pukul 13.15 waktu Singapura melalui Budi Darmawan.
- Keempat anak Michael menjadi bagian dari generasi ketiga penerus keluarga Hartono bersama anak-anak Robert Budi Hartono.
SULBAREKSPRES.COM - Apa yang sebenarnya diwariskan Michael Bambang Hartono setelah berpulang pada Maret 2026, dan mengapa nilainya mencapai miliaran dolar AS per anak?
Bagaimana pembagian saham holding tersebut mengubah peta kepemilikan keluarga Hartono tanpa memutus kendali atas kerajaan bisnis Djarum?
Warisan Miliaran Dolar Berpindah ke Generasi Berikutnya
Empat anak Michael Bambang Hartono menerima warisan berupa saham dalam holding keluarga, bukan uang tunai secara langsung.
Keempat ahli waris tersebut adalah Roberto Setiabudi Hartono, Tessa Natalia Hartono, Stefanus Wijaya Hartono, dan Vanessa Ratnasari Hartono.
Masing-masing memperoleh seperempat dari 49% kepemilikan Michael di PT Dwimuria Investama Andalan, atau sekitar 12,25% saham holding.
Laporan terbaru menyebut nilai kepemilikan tersebut mencapai sekitar Dolar AS2,93 miliar per anak, berdasarkan nilai aset yang diwariskan.
Total nilai empat bagian itu mencapai sekitar Dolar AS11,72 miliar, terutama ditopang kepemilikan tidak langsung atas Bank Central Asia.
Pengalihan tersebut menjadi salah satu transfer kekayaan keluarga terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir.
BCA Menjadi Sumber Utama Nilai Warisan Keluarga Hartono
PT Dwimuria Investama Andalan tercatat menguasai 54,94% saham PT Bank Central Asia Tbk berdasarkan data resmi BCA.
BCA menyebut Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono sebagai pemegang saham Dwimuria sekaligus pengendali terakhir BCA dalam struktur tersebut.