ekonomi

Krisis PT Gunbuster Nickel Industry GNI Berlanjut, PHK 1.800 Pekerja Diiringi Harapan Investor Baru Segera Masuk

Jumat, 10 Juli 2026 | 12:42 WIB
PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) menjadi sorotan setelah PHK massal, proses PKPU, dan rencana masuknya investor baru mewarnai perjalanan korporasi. (Dok. gunbusternickelindustry.com)

Namun, investor tersebut meminta fasilitas smelter diperbaiki sehingga produksi harus dihentikan sementara.

Baca Juga: Brankas Rahasia di Cafe De'Clan Berisi Rp60 Miliar, Polisi Dalami Aliran Dana Dan Kepemilikan Aset Dugaan Korupsi

"Ketika teman-teman karyawan diberikan pemahaman, ini dapat diterima karena perusahaan harus memperbaiki smelter dan kondisi keuangannya tidak baik-baik saja," kata Yakanis Lakawa.

Pilihan merumahkan pekerja akhirnya dibatalkan karena dinilai semakin membebani kondisi keuangan korporasi.

Eks Pekerja Diprioritaskan Direkrut Setelah PKPU Berakhir Nanti

Yakanis mengatakan manajemen optimistis operasional dapat pulih setelah proses PKPU selesai.

Baca Juga: Belanja Negara Melampaui Target, Defisit APBN 2026 Meningkat Meski Pemerintah Tetap Optimistis Mengendalikannya

Mantan pekerja yang terkena PHK disebut akan menjadi prioritas apabila perekrutan kembali dilakukan.

Disnakertrans Morowali Utara juga membantu pekerja memperoleh manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan selama enam bulan sesuai persyaratan.

Dampak PHK Menjangkau TKA Dan Pendapatan Pemerintah Daerah

Efisiensi tidak hanya menyasar pekerja lokal, tetapi juga tenaga kerja asing.

Baca Juga: Problem Solver Tersedia Mulai Hari Ini, Langkah Perluas Diplomasi Literasi Indonesia Melalui Buku Berbahasa Inggris

Sekitar 500 TKA di PT GNI dan sekitar 200 TKA di PT Nadesico Nickel Industry tidak diperpanjang izin kerjanya sehingga dipulangkan.

Menurut Yakanis, penurunan jumlah TKA ikut menekan penerimaan daerah dari retribusi perpanjangan izin kerja, sehingga target tahun ini diturunkan menjadi Rp15 miliar setelah tahun sebelumnya gagal mencapai target Rp20 miliar.

Industri pengolahan nikel nasional dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga, tekanan permintaan global, serta penyesuaian investasi dan efisiensi operasional di sejumlah kawasan industri nikel.****

Halaman:

Tags

Terkini