iNSulteng – Bederar video warga petani meminta saitnya dicuri siang hari bukan malam hari.
“Tapi pelepahnya di rapikan lagi ya,” katanya, dilihat SulbarEkspres.com 15 Juli 2022.
Hal ini dampak kebijakan larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang terjadi belum lama ini.
Baca Juga: Kadiv Propam Polri Dicopot, Posisi Irjen Ferdy Sambi Digantikan Wakapolda Metro?
Baca Juga: Harga TBS Sawit Jambi Periode 15-21 Juli 2022 Turun Lagi Jadi Rp 174,29/Kg
Fiketahui kini, harga sawit tidak kunjung stabil bahkan cenderung makin merosot turun saja.
Namun, sawit sempat melambung hingga mencapai Rp3.800 per kg, tapi sekarang anjlok hingga menyentuh Rp 400 per kilogram.
Kondisi ini menyebabkan kalangan petani mengalami kesulitan dan frustasi.
Salah satu yang frustasi adalah petani berikut ini, melalui videonya dia mengeluhkan nasibnya.
Pasalnya, karena harga sawit yang turun drastis, ia sudah malas memanen sawitnya.
Petani sawit yang tidak diketahui namanya ini mengatakan, bagi siapa saja yang ingin mengambil sawitnya tanpa izin, ia persilahkan saja.
Bahkan sampai bertemu dengan dirinya pun tidak akan dituntut dan dilaporkan kepada polisi, kepala desa, dan sebagainya.
“Untuk para maling, curi saja kelapa sawit saya! Nggak apa-apa. Siang hari saja mencurinya,” katanya.
“Gak usah malam hari. Gak apa-apa walaupun bertemu dengan saya. Saya berjanji tidak akan melaporkan kepada pihak yang berwajib,” sebut dia.***