Sulbar Ekapres - Beberapa abad yang lalu sebagian suku Inca mempersembahan manusia bukanlah semata bagian dari ritual, namun merupakan tanda kehidupan dan regenerasi seperti bunga pertama musim semi.
Bagi penduduk asli Amerika, pengorbanan manusia telah menjadi bagian dari ritual suku-suku Inca sejak Maya dan Aztec, namun Aztec sendiri merupakan sebuah kelompok budaya yang menempati wilayah dengan sebutan Mexica.
Cikal bakal bagi Meksiko City dengan cara mengorbankan manusia dan disimpan dalam tengkorak sebagai persembahan dan juga memastikan kelangsungan hidup umat manusia.
Baca Juga: Ingin Baterai Mobil Tidak Cepat Rusak,Ada Caranya Saat Pengecesan
Baca Juga: Mobil Bekas Honda Mobillio Di Banderol Cukup Murah
Pengorbanan manusia yang bertujuan memberi makan para dewa pada peradaban Aztec termasuk Maya di percaya apabila ritual mempersembahkan manusia di hentikan maka matahari akan berhenti terbit dan dunia akan berakhir.
Banyak budaya yang mendiami kawasan Amerika Tengah atau Mesoamerika bagi orang-orang yang dikorbankan mereka akan mendapatkan tempat istimewa dan terhormat di akhirat.
pada tahun 1519 penjajah Spanyol hadit di Tenochtitlan melihat orang Astec secara berbeda bagi mereka, tengkorak dan seluruh praktik pengorbanan manusia membuktikan barbarisme Mexica dan membenarkan penghancuran kota pada 1521.
Tzompantli adalah nama untuk rak penyimpanan tengkorak di sana Spanyol berhasil merobohkan Ibu Kota Templo lalu menutup dengan aspal di atasnya Spanyol membangun kota yang kini disebut Mexico City.
Ada sebuah kodeks yang ditulis seorang pendeta Spanyol menggambarkan rak tengkorak Tenochtitlan yang sangat besar atau tzompantli.
Beberapa penakluk (conquistador) menulis tentang tzompantli dan menaranya, memperkirakan bahwa rak itu sendiri berisi 130.000 tengkorak sehingga tempat dan menjadi tempat sejarah.
Berabad-abad berlalu, para sarjana mulai bertanya-tanya apakah tzompantli pernah ada dan untuk membuktikannya pada 2018, para arkeolog di Institut Antropologi dan Sejarah Nasional (INAH) pada 2015.
Telah menemukan dan menggali sisa-sisa rak tengkorak ada salah satu menara di bawah rumah zaman kolonial di jalan yang membentang di belakang katedral Mexico City mereka menduga, terletak di bawah halaman belakang katedral.
kesaksian industri pengorbanan manusia yang tidak ada duanya di dunia, skala rak dan menara menunjukkan bahwa mereka menyimpan ribuan tengkorak.
Para arkeolog dan para peneliti juga bertanya-tanya asal-usul serta membayangkan nasib mereka sebelum mereka berakhir dengan kematian brutal di Ibukota Templo, mereka berniat mempelajari tengkorak secara rinci berharap untuk mempelajari lebih lanjut tentang ritual Mexica.
"Ini adalah dunia informasi," kata arkeolog Raùl Barrera Rodríguez, Direktur Program Arkeologi Perkotaan INAH dan pemimpin tim yang menemukan tzompantli, seperti dilaporkan science.org.