Jarak Tempu Hingga 100 KM!? Mobil Listrik Buatan Mahasiswa Ini Dipamerkan di Sirkuit Mandalika

photo author
I Gde Evander Paridjono, Sulbarekspres.com
- Senin, 17 Oktober 2022 | 15:34 WIB
Mobil listrik buatan mahasiswa tampil di sirkuit mandalika
Mobil listrik buatan mahasiswa tampil di sirkuit mandalika

 

SulbarEkspres - Mobil listrik buatan mahasiswa Universitas Tinggi Sumbawa (UTS) berhasil menarik perhatian setelah dipamerkan saat event Shell Eco-Marathon 2022 di sirkuit Mandalika.

Mobil listrik buatan mahasiwa tersebut diberi nama NgebUTS.

Director of PT Olat Maras Teknologi, Lecturer at Electrical Engineering Dept. Universitas Teknologi Sumbawa, Ahmad Jaya mengatakan mobil tersebut merupakan program dan hasil implementasi elektrical pihaknya.

Baca Juga: Luncurkan Sedan Terbaru! Toyota All New Vios Tampil Dengan Desain dan Teknologi Canggih

Baca Juga: Mobil Mungil Dibalut Tampilan Klasik, Honda N-One 2022 Resmi Masuk Indonesia

Ahmad Jaya menjelaskan bahwa program elektrikal ini dimulai dari membuat sepeda listrik. 

Dari hasil riset yang dilakukan, Ahmad Jaya bersama timnya berhasil membuat kendaraan sepeda listrik. Kemudian sepeda listrik tersebut kembali dikembangkan menjadi mobil listrik dengan sistem yang sama.

Lecture at Elecrical Engineering Dept. Universitas Teknologi Sumbawa tersebut menjelaskan sistem yang digunakan tidak terlebih dari baterai, dinamo, dan part-part lainnya. 

Namun dalam pembuatan mobil listrik ini terfokus pada dua part saja.

Ahmad menerangkan pihaknya sudah melakukan uji coba NgebUTS. Hasilnya mobil karya mahasiswa ini mampu menjelajah hingga 100 km dengan kecepatan 40 kilometer per jam.

Sedangkan untuk pengecasannya, mobil listrik ini membutuhkan waktu 7 jam. Ahmad mengklaim jika mobil listrik buatan mahasiswanya hanya menghabiskan biaya Rp 5.700 per 100 km.

Ahmad menjelaskan daya baterai yang digunakan dapat disesuaikan. Jika ingin membuat mobil listrik dengan jelajah lebih jauh, maka bisa menggunakan baterai dengan kapasitas yang lebih besar.

Sementara lebih lanjut, Ahmad mengatakan masih banyak tantangan untuk mengembangkan mobil listrik terutama pada pasokan baterai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Reno Wijaya

Tags

Rekomendasi

Terkini

X