Sulbar Ekspres - Hal ini sebagai salah satu perjanjian kerjasama yang telah diatur dalam AUKUS, sebuah pakta keamanan terbaru di antara Canberra, Washington dan London.
Di masa yang akan datang, negeri Kanguru dikabarkan akan membangun kapal selam bertenaga nuklir model terbaru yang berbasiskan pada desain kapal selam Astute-Class dari Inggris yang dimodifikasi, sekaligus dilengkapi oleh teknologi dari AS.
AUKUS merupakan sebuah pakta kerjasama keamanan yang dibentuk oleh Amerika Serikat-Australia-Inggris pada September 2021. Pakta kerjasama trilateral ini memungkinkan Australia untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir untuk memperkuat Angkatan Lautnya.
Baca Juga: Arab Saudi Terapkan Larangan Baru di Bulan Ramdhan Saat Lakukan Kegiatan di Masjid
Baca Juga: 7 Mahasiswa Dugaan Culik Dosen di Sebabkan Karena Asmara
Tujuan pasti dari terbentuknya AUKUS adalah selain untuk memperkuat detterent Australia, juga sebagai jawaban untuk Australia dan aliansinya dalam mengcounter ambisi militer China di kawasan Indo-Pasifik.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden, dijadwalkan akan menyambut PM Australia Anthony Albanese dan PM Inggris Rishi Sunak, di San Diego pada Senin pekan depan, untuk membahas kerjasama keamanan ketiga negara sebagaimana diatur dalam kerangka AUKUS.
Dikabarkan juga, AS akan menjadwalkan secara rutin kunjungan armada kapal selamnya ke Australia, bahkan menempatkannya di wilayah Barat Australia pada tahun 2027.
Sementara itu, armada kapal selam Collins-Class yang dioperasikan oleh Australia saat ini juga akan diperpanjang masa baktinya hingga dapat beroperasi sampai pada tahun 2026.
Lalu bagaimana dengan posisi Indonesia di tengah semakin tingginya konstelasi negara-negara besar serta meningkatnya perlombaan senjata di kawasan saat ini? Mengingat posisi strategis Indonesia dengan 3 ALKI nya.***